7 Duo dalam Anime yang Sulit Dikalahkan - kumparan.com

Sharing Pengalaman Hamil & Melahirkan

Halo (calon) bapak-bapak dan (calon) ibu-ibu di Reddit!
Baru 1-2 jam lalu aku post di DCT tapi aku rasa lebih baik bikin postingan tersendiri. Walaupun mayoritas komodos masih muda-muda, aku rasa gak ada salahnya untuk saling sharing persiapan kehamilan, melahirkan, dan kehidupan setelahnya.
Sharing di sini lingkupnya saat rencana (atau gak sengaja) hamil, situasi hamil (prosedur di fasilitas kesehatan gimana, standarnya apa), dan kehidupan setelah anak lahir (apakah masih fasilitas kesehatan atau pemerintah ada perhatian, atau malah dari keluarga, kantor, teman, dsb. Atau sbg orangtua baru apa yang harus dipersiapkan). Termasuk juga, apakah biaya sendiri, asuransi, BPJS kesehatan (dan setaranya di negara masing-masing), atau mungkin dapat subsidi dari kantornya. Info juga prosesnya ini di kota mana atau negara mana ya.

----------- U P D A T E -----------
Terima kasih untuk antusiasme para redditor untuk sharing pengalamannya, dari pengalaman praktis sampai emosional, di Indonesia sampai luar negeri. Gak disangka bakal rame apalagi dapet awards. Karena antusiasme yg besar, gk ada salahnya aku bikin rekap dari hasil sharingnya.
Persiapan Kehamilan. Ini agak hampir gak ada yang share sih, tapi ada yang nanya gimana proses bisa hamil. Ya teknisnya gak perlu dijelaskan lah ya, yakin gue redditor di sini udah paham betul. Tapi perlu diingat ada pasangan yang memang mudah untuk hamil dan ada pula yang kesulitan sampai harus minta bantuan profesional. Sudah hamil pun belum tentu tidak ada komplikasi, bisa aja ada komplikasi tertentu atau keguguran dengan sendirinya. Jadi boleh lah kadang kita berkaca sedikit dengan para pejuangan di luar sana yg struggling untuk punya anak. Sebagai referensi (mon maap ya mod, ini gk maksud promosi sub lain), boleh coba cek TryingForABaby dan cek flair vent/rant untuk bisa empati sedikit dengan contoh2 nyata di sekitar kita.
Proses, Perkembangan Kehamilan, & Melahirkan. Ini variatif banget, sharingnya ada yang di Indonesia, Jepang, Australia, bahkan US. Tentu tiap negara pasti punya beda-beda standar, satu negara aja kadang bisa beda regulasi sedikit. Nah bagian ini akan dibagi jadi beberapa kategori:
  1. Finansial. Di Indonesia, justru tidak disarankan beli premi asuransi kehamilan secara pribadi (lain cerita kalau itu asuransi dari kantor ya, gapapa, justru pake aja). Biaya pribadi ada menyebutkan habis 9 juta utk biaya melahirkannya saja & disarankan siap dgn BPJS Kesehatan jikalau ada komplikasi. Ada juga yang pakai BPJS Kesehatan. Ada yang bilang BPJS tidak ribet, ada yang merasa antriannya panjang bukan main. Tips BPJS Kesehatan, usahakan bayar untuk kelas 1 (kelas itu utk pembeda kamar saja, fasilitas lainnya sama aja); daftarin calon anak ke BPJS Kesehatan, jika ada komplikasi tertentu setelah anak lahir bisa segera dicover BPJS Kesehatan; mulai familiarisasi dgn prosedur BPJS Kesehatan biar gak kagok saat hari H.Di Jepang, saat ini pemerintah sdg menggalakkan program kehamilan. Kebetulan sharingnya ini diawali dengan biaya pribadi kemudian dicover oleh pemerintah lewat buku kupon periksa (ada keluar uang sendiri tapi gak banyak dan tergantung daerahnya juga, semakin ke tengah kota ya semakin mahal). Range biaya melahirkan dari 350k JPY sampai jutaan tapi ada subsidi dari pemerintah, terlebih kalau anaknya kembar, bayar biaya melahirkan cukup 1 anak tapi subsidinya bisa dobel/triple dst (sesuai jumlah anak yg lahir). Penting utk belajar bahasa Jepang supaya bisa dapat obgyn yang lebih murah harganya.Di Australia, ada yang pakai medicare (ini setara BPJS Kesehatan) dan ada yang private (bayar sendiri atau asuransi). Kalau pakai medicare waktu proses awal, biasanya ada keluar uang pribadi dulu, sampai terbukti bahwa beneran hamil, langsung diambil alih sama klinik antenatal dan gak bayar apapun setelahnya. Kalau pakai medicare, secara umum sebenernya sudah cukup bagus, cuma tidak bisa pilih obgyn. Sedangkan untuk private bisa pilih obgyn dan biayanya bisa beda-beda. Kalau private tinggal nanti bayar apa yang gk dicover asuransi aja. Ada subsidi dari pemerintah juga untuk anak yg lahir.Di US, infonya untuk biaya lahiran itu asuransi chargenya per admission sebesar $250, gak masalah mau stay 1 hari atau 1 minggu.
  2. Periksa, Kontrol, Tes, & Melahirkan. Di Indonesia, periksa kandungan minimal 1 trimester sekali, kecuali trimester pertama disarankan tiap bulan. USG juga minimal 1x tiap trimester. Di trimester terakhir periksa kandungan lebih sering. BPJS Kesehatan cover kelahiran normal di bidan, kalau mau di RS harus biaya sendiri. Tes-tes biasanya tes dasar, seperti rubella, HIV, vitamin dsb. (yang tes darah, urine), tes diabetes. Tes lainnya jika tidak ada indikasi tidak ada. Di luar dari sharing ini, memang opsi2 tes tertentu ada tapi sifatnya tidak wajib, dilakukan jika memang ada indikasi, butuh, atau calon orangtuanya memang mau tes tersebut. Vitamin disarankan jika memang dibutuhkan.Di Jepang, ada standar untuk periksa USG minimal 15 kali. Tes semua gratis (tokso, rubella, hepatitis, dsb.). Cek ke dokter gigi juga memungkinkan jika berkaitan dgn kehamilan.Di Australia, periksa biasanya ke GP dulu, lalu lanjut ke obgyn. Bisa direfer ke klinik antenatal juga jika pasien umum (pakai medicare). Frekuensi pertemuan sama dokter itu diatur oleh klinik antenatal tergantung kehamilannya low risk atau high risk. Tes-tes (darah, urine, diabetes), USG biasanya sudah gk perlu bayar kalau pake medicare, termasuk genetic screening. Genetic screening ini opsional sifatnya, utk lihat resiko down syndrome, trisomy 18, neural tube defects. Ibu hamil harus divaksin dengan flu shot (gratis juga). Disarankan tambah suplemen atau vitamin jika ada kekurangan tertentu. Dikasih juga buku & brosur guidance dari klinik antenatal untuk baca-baca selama hamilDi US, rutin ada pemeriksaan ke dokter & USG. Kebetulan di RSnya sudah ada prosedur genetic screening dan tes seperti NIPT. Tes-tes lain kurang lebih sama dengan JP dan AU. Tapi utk proses lahir tidak bisa pilih mau normal atau c-section. C-section jika memang ada indikasi aja.
  3. Parenting Class. Di Indonesia, gak ada yang spesifik. Biasanya diajari oleh perawatnya atau malah belajar sendiri dari YT, tanya2 keluarga, tetangga dsb. Ada yang memang RS nya yg cukup proaktif mengajarkan, jadi ini tergantung institusi kesehatannya.Di Jepang, ada kelasnya tapi sementara ditiadakan karena situasi pandemi. Jadi ada kelas private nanti setelah lahiran di RS/klinik masing-masing.Di Australia, ada parenting class. Kalo private ya dari rumah sakitnya yg atur, kalau public dari klinik antenatal yg atur jadwalnya.Di US, ada parenting class di RS masing-masing tapi skrg bentuknya online class saja karena pandemi.
  4. Situasi Pandemi. Di Indonesia, N/ADi Jepang, ibu hamil JP harus melahirkan sendiri tanpa ditemani suami/keluarga di RS ataupun klinik. Bahkan si suami baru bisa bertemu anak setelah H+5 (jika normal) atau H+11 (jika c-section).Di Australia, cuma boleh ditemani/dijenguk 1 orang.Di US, N/A
  5. Hal Lainnya. Kehamilan itu butuh peran penting dari pasangan, jadi suami juga harus suportif, lebih baik lagi jika keluarga (orangtua, mertua, saudara) juga suportif. Untuk pros & cons kelahiran normal vs caesar, bisa refer jawaban ini. Untuk di AU berdasarkan sharing, masalah psikologis si ibu juga menjadi pertimbangan dan support secara psikologis selama hamil dan sesudah melahirkan ada, jadi tidak perlu khawatir jika (amit-amit) terkena baby blues/PPD dsb. Khususnya dari sharing di JP dan AU, jika memang calon bayi ada masalah bawaan atau memang dari si ibu atau pasangan tidak bahagia atas kehamilannya, aborsi bisa menjadi opsi.
Pasca Melahirkan.
  1. Di Indonesia, biasanya diisi sesi belajar mengurus bayi baru lahir, tergantung RS/klinik/bidan setempat. Imunisasi juga penting. Jika ada asuransi dari kantor yang bagus, kalau gak harus siap2 juga untuk ini. Puskesmas setahuku gratis (atau kalau bayar pun lebih murah).
  2. Di Jepang, ibu-ibunya bisa istirahat dulu di RS/klinik karena standar stay di RS/klinik cukup panjang untuk membantu proses penyembuhan si ibu.
  3. Di Australia, ada midwife yang akan datangi rumah selama 2 minggu untuk cek apakah si orangtua baru ini bisa menyusui dengan benar, pola tidur, sama berat badan si anak. Cek juga kondisi si orangtua, apakah baik2 saja, stres, atau gimana. Ada penekanan untuk memperhatikan masalah psikologis.
  4. Di US, ada newborn care. Tiap 2 minggu ke RS untuk cek perkembangan bayi baru diikuti ke dokter anak (pediatrician). Disarankan untuk cari ped yang memang teliti dalam mengecek kondisi anak.
Nah sekian kurang lebih rekapnya. Kalau ada yg ke skip, boleh tolong bantu diingatkan. Thank you semuanya, ketemu lagi di thread berikutnya setelah lahiran!
----------- E N D O F U P D A T E -----------

Berangkat dari pengalaman saat ini. Aku lagi hamil di AU, anak pertama. Belom sempet beli asuransi karena baru pindah juga, jadi pake public health scheme di sini, medicare namanya (mirip BPJS kesehatan, minus ribetnya). Karena belom lahiran jadi sharingnya berdasarkan pengalaman sampe saat ini dan "teori" dari apa yg diinfo ya. Warning, panjang nih sharingnya.
Pengalaman pribadi:
  1. Setelah tes pake test pack dan positif, aku bikin appointment sama dokter umum (general practitioneGP), bisa klinik/RS. Satu hal yang memorable dari GP adalah, pas pertama datang, ditanya apakah aku (khususnya) sbg calon ibu, bahagia dengan berita kehamilan ini atau tidak. Bagiku yg mengharapkan anak ya jelas bahagia, tapi gk semua orang ada posisiku dan ini small gesture yg menurutku penuh empati sih. Karena aku mengharapkan kehamilan ini, GP biasanya akan bantu hitung perkiraan usia kandungan, ditanya2 riwayat kesehatan/penyakit, diinfo makanan yg harus dihindari, termasuk dalam mengurus binatang peliharaan (misalnya kucing). Stlh itu dirujuk utk tes lab (ambil darah, urine untuk cek dasar kaya AIDS, rubella, diabetes, kondisi saat ini, kurang nutrisi apa dsb.) dan USG (untuk memastikan usia kandungan). Biaya dokter, sebagian ditanggung Medicare (sistemnya kita bayar full dulu, lalu swipe lagi kartu debit dan dlm hitungan detik subsidi dari medicare balik masuk ke rekening kita). Lab somehow gak bayar (gak ngerti sistemnya kenapa bisa gk bayar). USG bayar full (lumayan ini sekali USG hampir 200 AUD, setara 2 juta IDR). Semua hasil lab dan USG itu udah digital dan tersentralisasi, jadi tiap dokter yg nanganin kita bisa langsung lihat di database (ini ada informed consentnya juga kok). Tapi USG tetep dikasih CD isinya foto-foto USG buat kita simpan sendiri.
  2. Setelah hasil lab keluar, balik lagi ke dokter, dokter cuma buat rujukan ke klinik antenatal/prenatal dan kasih keputusan ini kehamilan low risk atau high risk (ini juga gak bayar, gk tau apakah karena ditanggung medicare atau bulk bill alias udah bayar di awal semua atau emang beneran gak bayar). Dokter juga info soal tes yg namanya nuchal translucency*.* Tes ini untuk cek nuchal fluid di kepala fetus, supaya bisa lihat memberikan indikasi apakah ada keabnormalan kromosom, tesnya digabung antara USG + darah dan harus dilakukan sebelom lewat minggu ke-13 5 hari. Kalo ikutin dari dokter, bayar sendiri yg harganya juga 200 AUD+ or so, atau tunggu rujukan dari klink antenatal, jadi harganya lebih murah atau malah gratis. Hasil tesnya gak bisa definitif, cuma bisa bilang bahwa ini low risk apa high risk. Klinik antenatal itu klinik khusus ibu2 hamil. Dari situ, mulai ditangani midwife (bidan). Bidan lagi digalakkan banget oleh pemerintah di sini. Appointment pertama +/- 1 jam, interview ditanya lebih detail riwayat kesahatan orangtua masing2, situasi hidup gimana, keadaan finansial, sampe ada kuesioner utk cek stabilitas mental/emosi si calon ibu. Dikasih juga buku guidance kehamilan, kesehatan gigi, manage berat badan yg ideal selama hamil, termasuk jadwal kelas parenting. Kelas parenting langsung dibookingin mau hari apa, sesuai jadwal dari mereka (so far kasus covid di state gue udah 0, makanya di sini hidupnya udah kaya normal lagi). Buku guidancenya ini sih yg menurutku bagus untuk dibaca-baca banget! Bisa cek daftar isinya di sini.
  3. Dari klinik antenatal, mereka yg akan manage semua jadwal appointment sama dokteobgyn. Berhubung gue low risk, jadi jadwal ketemu dokter cuma sebulan sekali dan so far tiap bulan ada USG untuk lihat perkembangan fetusnya (krn dirujuk oleh klinik antenatal, ini semua gk ada yg bayar sama sekali, termasuk tes nuchal translucency). Ada satu waktu gue kena batuk pilek & sesuai protokol kesehatan, gk boleh kemana-mana kalo lagi bapil. Jadinya konsultasi sama obgyn hanya by phone.
  4. Rencananya kalau sudah masuk minggu ke-20 akan ada kelas parenting, tes diabetes diulang lagi dan tes lanjutan dari nuchal translucency lagi. Jujur gue belom sampe sini sih, tapi appointment udah dibooking semua, aku tinggal go show aja.
  5. Saat mau lahiran, secara teori aku tinggal telepon ambulance dan nanti langsung ditangani dan telepon midwife yg ditunjuk untuk urusin aku, supaya dia bisa segera datang bersama dokter untuk proses lebih lanjut. Untuk lahiran normal, IIRC, waktu stay di RS cuma 24 jam dengan catatan, jika tidak ada komplikasi. Kalo ada komplikasi akan stay selama dibutuhkan. Lahiran caesar itu 3 hari, jika tanpa komplikasi. Tambahan juga, karena masih suasana pandemi, walaupun kasus aktif udah 0 di negara bagian ini, ibu hamil cuma bisa ditemeni/dijenguk maksimal 1 orang. Jadi gk bisa tiba2 keluarga, mertua, sanak saudara datang jenguk ramai-ramai. Sampe sini sih, harusnya semua ditanggung Medicare. Semuanya itu dihandle sama RS umum/pemerintah. Dan menurutku, gk terlalu ada keperluan untuk harus bayar sendiri, so far pelayanan masih ok. Terus perlu juga sudah harus pasang car seat buat anak mendekati hari2 mau lahiran. Karena saat bawa pulang anak dari RS pakai mobil sendiri, harus ada child car seat yg hadap belakang untuk bayi 0-6 bulan. Kalo gak.. ya ditilang :))
  6. Setelah pulang dari RS, akan ada bidan yang datang ke rumah untuk beberapa waktu. Make sure, kita sbg orangtua baru bisa urus si anak dengan benar. Bisa menyusui dengan benar.
So far ya baru ini info dan pengalamanku. Jujur aku belom cek apakah ada subsidi tertentu di sini kalo anak sudah lahir. Teorinya sih ada, tapi gak tau yang mana karena buanyak banget informasinya sampe bingung sendiri.
Karena ini anak pertama, gue banyak kekhawatiran/kebingungan tersendiri sih. Walaupun di sini kesannya udah cukup terstandar se-nasional, tetap aja kadang ada bingung, nanti kalo gini gimana, kalo gitu gimana. Maka dari itu, ada sesi sharing ini supaya bisa saling mengisi kalau di tempat lain ada plus poin tertentu yg bisa kita ambil.
submitted by blackred44 to indonesia [link] [comments]

Makna dari kata 'Agama'. Studi kasus: upaya rakyat Bali untuk memeroleh status 'Agama Hindu'

Esai ini bertujuan untuk menelaah apa arti dari kata 'agama' dari beberapa sudut pandang. Pengalaman orang Bali dalam upaya mereka untuk memeroleh status agama adalah studi kasus yang paling ditekankan.
Pada bagian I dan II, akan dipaparkan agama dari sudut pandang pemerintah.
Pada bagian III, IV, dan V, akan dipaparkan agama dari sudut pandang rakyat Bali.
Pada bagian VI, akan dipaparkan agama dari sudut pandang para ahli anthropologi.
Pada bagian VII, akan dipaparkan konklusi dari konflik definisi agama antara pemerintah dengan rakyat Bali.
TL:DR here

I. Agama dalam Konstitusi

Ketika kemerdekaan terlihat sudah dekat dari tangan pada akhir masa penjajahan Jepang, sebuah badan bernama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia(BPUPKI) dibentuk untuk menyusun dasar dari persatuan nasional secara formal. Pada hari terakhir pertemuan BPUPKI sesi pertama, Sukarno memperkenalkan Pancasila kepada majelis sebagai sesuatu yang dia bilang telah ia gali dari relung tradisi kuno Indonesia, yang pada akhirnya menjadi dasar dari negara Indonesia kontemporer. Namun, proposisi ini ditentang oleh perwakilan politik Islam yang merasa bahwa peran Islam dalam formulasi negara baru ini tidak diwakilkan olehnya.
Pada sesi kedua pertemuan BPUPKI, dibentuklah panitia berisi tujuh orang yang bertujuan untuk memformulasikan fondasi hukum konstitusi negara baru ini. Supomo, satu dari tujuh orang tersebut, mengadvokasi berbagai hukum adat di kepulauan agar mendapat peran sentral dalam penulisan konstitusi. Advokasi dia berhasil. Ayat 29 dari draf konstitusi menyatakan bahwa ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu’.
Kata ‘kepercayaan’ disini merupakan ajuan dari Wongsonegoro, seorang pemimpin kebatinan Jawa. Dengan ayat tersebut, status ‘kepercayaan’ yang berupa sinkretisme mistik berbagai paham animisme lokal dianggap setara dengan agama Abrahamik–Islam dan Kristen. Hal ini menimbulkan polemik dari delegasi Muslim sehingga ayat tersebut diamandemen agar lebih sesuai dengan apa yang mereka anggap sebagai ajaran Muslim dengan menambahkan tujuh kata ‘dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya’. Namun, ketika Hatta meratifikasi konstitusi Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, amandemen tersebut tidak tampak. Sila pertama pada Pancasila tidak memakai kata ‘Allah’, melainkan ‘Tuhan’, dan tujuh kata tersebut hilang secara ‘misterius’looks at Hatta.
Pasal 29, UUD 1945
  1. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
Setelah kemerdekaan de facto berhasil dicapai, perdebatan mengenai peran agama dalam negara Indonesia masuk ke ranah konstitusi. Tekanan dari kaum Muslim yang merasa ‘kalah’ karena penghilangan tujuh kata membuat kaum nasionalis mengalah. Renegosiasi kuasa antar kedua kaum politik tersebut dapat terlihat dari dua hal: didirikannya Kementerian Agama(Kemenag) yang diketuai oleh kaum Muslim, dan perubahan konstitusi, di mana Ayat 29 UUD 1945 digantikan dengan dua pasal dari UUD 1950:
Pasal 18, UUDS 1950
Setiap orang berhak atas kebebasan agama, keinsjafan batin dan pikiran.
Dan
Pasal 43, UUDS 1950
  1. Negara berdasarkan atas ke-Tuhanan Jang Maha Esa.
  2. Negara mendjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanja masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanja dan kepertjajaannja itu.
  3. Penguasa memberi perlindungan jang sama kepada segala perkumpulan dan pesekutuan agama jang diakui.Pemberian sokongan berupa apapun oleh penguasa kepada pedjabat-pedjabat agama dan persekutuan-persekutuan atau perkumpulan-perkumpulan agama dilakukan atas dasar sama hak.
  4. Penguasa mengawasi supaja segala persekutuan dan perkumpulan agama patuh-taat kepada undang-undang, termasuk aturan-aturan hukum jang tak tertulis.
UUDS 1950 mengakui kebebasan beragama secara terbatas. Namun, tidak seperti UUD 1949, ia tidak mengakui kebebasan untuk berpindah agama. Penghilangan klausa ini merupakan hasil dari perdebatan sengit di parlemen setelah kaum Muslim menyatakan keberatan atasnya. Mereka mengatakan bahwa dalam Islam, ‘tidak boleh ada yang pindah agama’.
Di luar kritik kaum Muslim, terdapat fakta bahwa pasal 43 UUD 1950 menaruh kekuasaan yang sangat besar kepada pemerintah untuk mendiktekan kehidupan religius rakyat. Hak kebebasan beragama secara garis besar tunduk pada ‘kepentingan negara’ dan dikekang oleh standar yang dicanangkan oleh pemerintah. Gvosdev menyatakan bahwa ini adalah contoh dari ‘subversi kebebasan beragama’, di mana hak spiritual rakyat dalam sebuah pasal konstitusi dilanggar secara implisit maupun eksplisit dalam pasal lain.[1] Dengan sudut pandang pasal 43, pasal 18 terlihat seperti hanya lip service belaka.

II. Otoritas Kementerian Agama

Kemenag dikepalai oleh K.H. Wahid Hasyim yang merupakan salah satu pemimpin dari Nahdhatul Ulama(NU) dan partai politik Masyumi. Bagi Hasyim, Hamka, dan intelek Muslim lainnya, Ketuhanan Yang Maha Esa tidak lain hanyalah merupakan penerjemahan dari istilah tawhid--yakni monoteisme yang merupakan pusat dari ajaran Islam. Melalui Kemenag, kaum muslim tidak hanya memiliki ruang untuk mengembangkan institusi sosial seperti pernikahan dan pembelajaran secara otonom dari pemerintahan nasionalis, tapi nilai-nilai Islam juga merembes ke dalam standar regulasi religius kenegaraan. Pada 1950an, peran utama Kemenag berwujud dalam ‘supervisi’ kelompok-kelompok yang dianggap ‘menyimpang’ atau ‘belum beragama’.
Di bawah kepemimpinannya kaum Muslim, dikeluarkan Regulasi Kemenag No. 9/1952/Bab 4 yang bertuliskan:
‘Aliran kepercayaan . . . ialah suatu faham dogmatis, terjalin dengan adat istiadat hidup dari berbagai macam suku bangsa, lebih-lebih pada suku bangsa yang masih terbelakangan. Pokok kepercayaannya, apa saja adat hidup nenek moyangnya sepanjang masa’.
Konsep ‘aliran kepercayaan’ berbeda dengan konsep ‘agama’ yang didefinisikan dalam pandangan Judaisme-Kristiani-Muslim, yang juga merupakan pandangan dari delegasi Muslim pada rapat BPUPKI. Agar sebuah komunitas spiritual dapat dianggap sebagai agama oleh pemerintah, ia harus memiliki sebuah kredo monoteistik yang diakui dunia internasional. Selain itu, ia juga harus memiliki kitab suci yang dipersembahkan oleh seorang nabi.
Kata ‘agama’ sendiri merupakan sesuatu yang datang dari bahasa Sansekerta, dimana ia memiliki dua penggunaan.
  1. Kumpulan teks spesifik yang mengatur pemujaan terhadap berbagai dewa-dewi, di mana kitab yang mengatur pemujaan terhadap dewa Siwa dirujuk sebagai ‘agama Siwa’, kitab yang mengatur pemujaan terhadap dewa Wisnu dirujuk sebagai ‘agama Wisnu’, dan sedemikian.
  2. Sebuah atau sekumpulan doktrin bersifat suci, dimana contoh dari dari doktrin tersebut adalah ‘agama Siwa‘ dan ‘agama Buda’ seperti yang tertulis dalam kakawin Sutasoma. Konsep kedua ini berbeda dengan konsep agama modern karena ia tidak memberikan makna eksklusivitas--pada zaman Majapahit, seorang yang beragama Siwa bisa juga beragama Wisnu dan Buda sekaligus.
Kedua makna lampau tersebut digantikan oleh makna baru yang serasi dengan konsep ‘Religion’ dari pemikiran Abrahamik. Artinya, Kemenag dan Negara Indonesia yang baru saja lahir tersebut hanya mengakui tiga ‘agama’ yaitu Islam, Protestan, dan Katolik, sedangkan orang-orang tidak memiliki ikatan kepada ketiga komunitas tersebut dianggap ‘belum beragama’.
Kebijakan dari Kemenag saat itu yang didominasi oleh Masyumi memberikan kuasa kepada misionaris Kristen dan Muslim untuk menyebarkan agama mereka kepada orang-orang ‘belum beragama’. Memeluk ‘aliran kepercayaan’ dianggap tidak cukup untuk menjadikan seseorang sebagai warga negara Indonesia dikarenakan oleh tiga hal:
  1. Sila pertama negara Indonesia berdasarkan pada ‘kepercayaan terhadap Tuhan’, karena itulah semua warga diwajibkan ‘beragama’.
  2. ‘Aliran kepercayaan’ dianggap berasal tradisi etnis dan tidak universal, sehingga ketaatan pada kepercayaan tersebut dianggap kolot dan terbelakang. Anggapannya adalah bahwa ia akan menghambat ‘kemajuan’ rakyat Indonesia.
  3. Identifikasi diri terhadap tradisi etnik dianggap sebagai ekspresi ketidaksetiaan pada negara kesatuan Indonesia. Ini karena administrasi kolonial Hindia-Belanda dulu dianggap menggunakan kodifikasi hukum adat sebagai sebuah penghambat terhadap kemajuan nasionalisme Indonesia
Sebuah survei yang diutus ke Bali oleh Kemenag pada tahun 1950 menyimpulkan bahwa dibalik lapisan tipis konsep Hindu dan Buddhisme, kehidupan spiritual rakyat Bali diisi oleh praktik-praktik bersifat animis dan politeis lokal yang heterogen. Lebih lagi, orang-orang Bali pun tidak dapat saling setuju mengenai nama dari kepercayaan yang mereka peluk, apalagi mengenai kumpulan kitab suci maupun nabi untuk memberi legitimasi di mata surveyor. Akibatnya, rakyat Bali dikategorikan sebagai pemeluk 'aliran kepercayaan' yang 'belum beragama' dan menjadi target yang legal untuk aktivitas misionaris Kristen dan Muslim.
Rasa terkejut dan takut yang dialami oleh pemerintahan lokal Bali terhadap peraturan baru dari Kemenag mendorong mereka untuk memproklamasikan bahwa Bali merupakan sebuah ‘dinas agama otonom’ pada tahun 1953. Didorong oleh keadaan demikian, para intelektual dan pemimpin spiritual Bali berupaya untuk mereformasi kepercayaan mereka demi meraih status ‘agama’ seperti yang didefinisikan oleh Kemenag. Oleh karena itu, mereka berpaling kepada India sebagai sumber dari Agama Hindu yang telah diakui sebagai agama yang bersifat ‘universal’ di pandangan intelegensia internasional. Upaya tersebut dihadang oleh dua masalah yang saling berkaitan:
  1. Apa hubungan antara Agama Bali dengan Agama Hindu; atau dengan kata lain, apa hubungan antara Hinduisme di Bali dengan Hinduisme di India?
  2. Apa relasi antara ‘agama’ dengan ‘adat’, dan bagaimana cara untuk memisahkan kedua domain tersebut?

III. Bali Mempertanyakan Agama Mereka

Merupakan hal yang keliru untuk menganggap bahwa upaya untuk mereformasi spiritualitas Bali baru dimulai setelah proklamasi dari Kemenag. Pada tahun 1936 organisasi edukasional Bali Darma Laksana mulai mempublikasikan sebuah jurnal bulanan di Singaraja yang dinamakan Djatajoe. Sedari awal publikasinya, Djatajoe memberikan posisi sentral pada perdebatan mengenai reformasi spiritual Bali dalam kolom-kolomnya.
Sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Djatajoe berjudul 'Kebingoengan kita tentang Agama' dapat mengilustrasikan isi dari pikiran rakyat Bali pada saat itu. Penulisnya memaparkan bahwa:
agama kita berdasar dari adat yang dicampur dengan berbagai ekstrak dari Hinduisme sehingga tidak dapat dibandingkan dengan agama apapun di India; menurut pandangan orang luar, kita tidak memiliki agama yang layak dan tidak menyembah Tuhan, tetapi seperti orang gila yang menyembah segala hal yang kita temui
(Djatajoe 1937, 2/4:98)
Menurut sang penulis, opini tersebut keliru karena terdapatnya asumsi salah bahwa orang Bali memuja arca yang mereka pakai dalam proses ritual. Padahal sebenarnya arca tersebut hanyalah medium yang berfungsi untuk memfokuskan pikiran manusia dalam berkomunikasi dengan Tuhan. Masalahnya, kebanyakan orang Bali tidak tahu mengenai agama mereka sehingga ritual serta arca pemujaan memiliki variasi yang tak berujung sepenjuru pulau. Karena itulah, sang penulis menganjurkan
‘kita harus mencari kebenaran dan makna agama kita agar kita dapat menyanggah tuduhan-tuduhan dari para orang asing’
(Djatajoe 1937, 2/4:98)

IV. Agama vs Adat

Dihadapkan pada pandangan merendahkan orang asing terhadap spiritualitas mereka, orang-orang Bali mempertanyakan 'agama' mereka, berdebat mengenai bagaimana mereka harus menamai 'agama' mereka dan nama dari Tuhan mereka, serta hubungannya mereka dengan Hinduisme di India. Meskipun terdapat kesepakatan sementara untuk menamakan agama mereka sebagai Agama Hindu Bali, nama dari Tuhan mereka masih dipertanyakan. Faktanya adalah bahwa sebelum dihadapkan dengan pandangan merendahkan orang asing, 'agama' bagi orang Bali tidak dipandang sebagai sesuatu yang tersendiri maupun membutuhkan nama karena bagi mereka, agama tidak memiliki ruang tersendiri dalam hidup mereka yang terpisah dari kehidupan sehari-hari mereka. Sebuah kutipan dari Djatajoe mengungkapkan sentimen ini:
Sebelum putra-putra dan putri-putri Bali ada yang bersekolah, dan di Bali belumlah pernah berdiri surat-surat kabar, maka keadaan di Bali sudahlah memeluk agama ini, yang mana berjalan terus, tiadalah ada mencela dan menyalahkan, yang mana kita dengar cuma ada pembicaraan ‘adat desa ini begini dan desa itu begitu’, begitu pula ‘orang di bagian sana jalanngabennya begini’ . . . Lantas tiada disebut upacara agama, melainkan disebut adat desa. Jadi ringkasnya agama yang sebenarnya tiada diketahui; yang diketahui perbedaannya cuma adat desa dan agama yang diketahui cuma agama Bali, dan tiada pernah kedengaran malu atau marah dicela oleh Tuan [pejabat kolonial].
(Djatajoe 1937, 2/5:131)
Konstruksi identitas ke-Bali-an yang terdiri dari dua komponen ‘adat’ dan ‘agama’ dapat dilihat sebagai fenomena reaksioner terhadap serangan dari luar. Kata 'adat' berasal dari bahasa Arab yanng merujuk pada kumpulan hukum dan norma lokal yang tidak merupakan hukum syariah. Ketika diperkenalkan oleh Belanda kepada Bali, kata adat menggantikan berbagai terminologi untuk berbagai norma lokal. Norma-norma ini mengatur hubungan antara berbagai kelompok sosial dan menanamkan rasa solidaritas dalam komunitas desa. Apropriasi istilah adat dalam pemikiran Bali memiliki dua akibat:
  1. Penciptaan domain konseptual baru: ‘tradisi’. Pada awalnya, lawan dari kata 'tradisi' bukanlah 'agama', melainkan 'administrasi' pemerintahan kolonial.
  2. Penggabungan berbagai norma adat ke dalam istilah generik ini mengubah makna mereka bagi orang-orang Bali. Apa yang sejauh itu merupakan perbedaan antar desa yang secara sosial bersifat fleksibel berubah menjadi sesuatu yang kaku.
Bali pada masa pra-kolonial tidak mengenal perbedaan antara ruang ‘tradisi’ dengan ruang ‘agama’. Adat merupakan elemen dari pandangan kosmik orang Bali yang mendeskripsikan tatanan semesta dan tatanan sosial berdasarkan leluhur mereka, yang sekaligus juga mendeskripsikan tatanan yang ideal dan mengatur perilaku yang sesuai dengan tatanan tersebut. Perhatian ditujukan bukan terhadap keimanan yang benar(orthodoxy), melainkan dengan menjalankan ritual sebagaimana 'mestinya'(orthopraxy). Alih-alih sesuatu yang harus dipercaya, agama Bali merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan.
Berbeda dengan agama universal yang memiliki beberapa doktrin abstrak dan simbolisme sentral yang dapat ditransportasikan ke berbagai kebudayaan berbeda di berbagai penjuru dunia, kepercayaan Bali sangatlah lokal. Hal ini karena kepercayaan Bali terdiri dari ritual-ritual spesifik yang mengatur interaksi antara grup yang spesifik dengan grup lainnya, dengan leluhur mereka, dan dengan wilayah mereka. Bagi rakyat Bali, agama merupakan sesuatu yang meresap ke setiap sudut kehidupan mereka dan tidak dapat dipisahkan dengan semesta kebudayaan mereka.
Kombinasi dari perubahan internal dan tekanan eksternal mendorong kaum intelektual Bali untuk mengkodifikasi agama mereka. Pada kongres pertama mereka pada tahun 1937, pemimpin Bali Darma Laksana meminta bantuan kepada berbagai pandita untuk mengkompilasikan sebuah Kitab Suci yang akan mereka pergunakan sebagai sebuah tandingan terhadap Al-Quran bagi umat Muslim. Mereka merasa bahwa ketika rakyat Bali mengetahui isi dari agama mereka, mereka akan lebih mudah untuk mempertahankan diri dari tuduhan ‘penyembahan berhala’ yang dilontarkan oleh umat Muslim dan Kristiani. Namun, tiga tahun kemudian, para pandita mengabarkan bahwa upaya pembentukan kitab suci itu gagal karena mereka tidak dapat memisahkan agama dari adat. Karena setiap wilayah di Bali memiliki adat yang berbeda, mereka gagal mengonstruksi sebuah agama yang valid untuk keseluruhan pulau Bali.

V. Rakyat Mendebat Agama

Pada tahun 1957, seorang antropolog Amerika bernama Geertz sedang melakukan penelitian di Bali. Dia sedang mengikuti rangkaian upacara ngaben. Pada malam sebelum mayat dibakar, mayat tersebut perlu 'dijaga' oleh sekitar 10 orang yang biasanya anak muda. Geertz merupakan salah satu orang yang ikut menjaga mayat tersebut, sehingga ia dapat mengobservasi terjadinya perdebatan anak-anak muda mengenai spiritualitas mereka.
Pertanyaan yang mereka lontarkan terhadap satu sama lain adalah: bagaimana caranya memisahkan mana yang merupakan 'adat' sekuler, dan mana yang merupakan 'suci'? Apa semua rangkaian acara dalam ngaben benar-benar sesuatu yang diwajibkan dan benar-benar 'suci'? Ataukah kebanyakan ritual dalam upacara ngaben hanyalah merupakan 'adat' yang dilakukan karena kebiasaan semata? Bagaimana cara membedakan antara keduanya?
Satu orang melontarkan ide bahwa bagian dari ritual yang bertujuan untuk memperkuat ikatan komunitas seperti pembangunan dan pengangkutan patung merupakan adat yang tidak bersifat suci, sedangkan bagian dari ritual yang secara langsung terkait dengan dewa-dewi seperti persembahyangan dan pemercikan air tirtha merupakan prosesi yang bersifat suci. Satu orang lainnya berargumen bahwa bagian ritual yang bisa dijumpai di banyak upacara merupakan sesuatu yang suci--misalnya, pemercikan air tirtha--sedangkan bagian ritual yang cuma muncul sesekali dalam kebanyakan upacara bukanlah suci.
Kemudian diskusi melenceng ke topik 'apa sih gunanya agama?'. Satu orang yang terpengaruh oleh Marxisme mengadvokasikan relativisme sosial: "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Agama merupakan ciptaan manusia. Manusia menciptakan Tuhan dan memberikan nama padanya. Agama merupakan sesuatu yang berguna dan berharga, namun ia tidak memiliki validitas suernatural. Kepercayaan bagi seseorang merupakan takhayul belaka bagi orang lain. Pada dasarnya, semua itu hanya 'adat'.
Proklamasi khas Marxist tersebut disambut dengan ketidaksetujuan, penolakan, dan kekhawatiran. Seorang anak kepala desa memberikan sebuah posisi yang simpel dan nonrasional: argumen intelektual bukanlah sesuatu yang relevan dalam keimanan. Ia tahu dari dalam hatinya bahwa dewa-dewi benar-benar ada. Orang-orang yang religius seperti dirinya sendiri dapat merasakan kehadiran para dewa-dewi ketika sedang menjalankan ritual.
Seorang anak muda lain yang lebih intelektual mengonstruksi dan menciptakan simbologi alegori kompleks untuk menjelaskan ritual, dan ia melakukannya di tempat itu juga dalam waktu itu juga. Ia menjelaskan bahwa upacara potong gigi taring melambangkan bahwa manusia lebih dekat dengan dewata dibandingkan dengan binatang yang memiliki taring. Ritual ini berarti ini, ritual itu berarti itu; warna ini melambangkan 'keadilan', warna itu melambangkan 'keberanian', etc. Yang terlihat tak bermakna sebenarnya sarat akan arti, jika kita memiliki kunci untuk menafsirkannya.
Seorang lagi yang lebih agnostik mengajukan argumen yang moderat: Kita tidak dapat memikirkan hal-hal ini karena mereka tidak dapat dicerna oleh pikiran manusia; kita tidak bisa tahu. Sikap yang harus kita ambil adalah sikap konservatis--percayalah hanya kepada sekitar setengah dari apa yang kita dengar. Dengan begini, kita tidak akan tertarik ke suatu titik ekstrim.
Diskusi berlanjut hingga pagi. Selain si anak kepala desa yang merupakan seorang birokrat, peserta diskusi yang lain hanyalah petani dan pengrajin. Mereka memperhatikan bagaimana caranya memisahkan kehidupan beragama dengan kehidupan sosial, bagaimana cara menjembatani antara dunia ini dengan dunia selanjutnya, antara sekuler dengan suci. Ini adalah contoh dari sebuah crisis of faith dalam level masyarakat.
Tingkat keseriusan dalam beragama macam ini juga mulai tampil di banyak segi kehidupan sosial di Bali. Di banyak upacara, seorang pinandita yang bertugas untuk memercikan umat dengan air tirtha menemukan bahwa banyak anak muda yang menerima percikan tersebut dengan sangat khidmat dan antusias. Jika biasanya hanya dibutuhkan satu anggota keluarga yang perlu dipercikan oleh air suci, semua anak dalam satu keluarga dengan kemauan sendiri datang ke pura untuk diperciki air tirtha.
Setelah menerima percikan air, mereka mendiskusikan air tirtha bukan dalam konteks mistikal, tapi emosional. Mereka bicara bahwa emosi dan kekhawatiran mereka disejukan oleh tirtha ketika air tersebut jatuh pada mereka, dan mereka bicara bahwa mereka merasakan kehadiran para dewa-dewi. Orang-orang yang lebih tua dan yang lebih tradisional melihat anak-anak muda ini dengan bingung. Salah seorang dari mereka bilang bahwa mereka merasa seperti lembu yang sedang melihat orkestra gamelan--bingung bukan kepalang.

VI. Agama Menurut Antropologi

Beberapa antropolog telah berusaha mendefinisikan 'agama' dengan cara masing-masing. Di bagian ini, akan dipaparkan teori 'agama' dari dua antropolog yang sangat berpengaruh beserta kritik terhadap mereka.

A. Émile Durkheim: Sacred-profane Dichotomy

Dikenal sebagai salah seorang 'bapak antropologi', Durkheim mendeskripsikan konsepsinya mengenai agama dengan melakukan studi terhadap orang-orang aborigin Australia:
A religion is a unified system of beliefs and practices relative to sacred things, that is to say, things set apart and forbidden – beliefs and practices which unite into one single moral community called a Church, all those who adhere to them
Dikotomi sacred-profane yang dikemukakan Émile Durkheim mengatakan bahwa ada suatu kumpulan simbol dalam suatu kebudayaan yang termasuk ke dalam ruangan sakral, sedangkan kumpulan simbol yang tidak termasuk ke dalam ruang sakral tersebut dikatakan profane/duniawi. Contoh dari simbol-simbol sakral Abrahamik adalah gereja, masjid, kitab suci, ritual keagamaan--yakni merupakan sesuatu yang suci, spiritual, dan tidak dapat diganggu-gugat. Simbol-simbol sakral merupakan representasi dari segala hal yang bersifat transenden dari kehidupan sehari-hari. Kebalikannya, 'duniawi' adalah segala hal lain seperti pekerjaan, tagihan listrik, dan commute.
Bagi Durkheim, agama adalah praktek yang membagi kehidupan antara simbol-simbol sakral dengan simbol-simbol duniawi, dan menjaga jarak antara kedua golongan simbol tersebut. Ritual keagamaan merupakan praktik afirmasi yang menjaga kesakralan dari beberapa simbol seperti patung dewa Shiva, Ka'bah, maupun Salib.
Misalnya di tahun 1880 ada seorang pejabat kolonial barat bernama Émile yang memiliki paham liberal. Émile yang berasal dari kebudayaan Abrahamik dituntut untuk berinteraksi dengan kebudayaan/kepercayaan Bali yang non-Abrahamik. Émile merasa memiliki tanggungjawab untuk memodernkan masyarakat Bali yang dianggap primitif, tapi pada saat yang sama dia juga ingin menghormati kebudayaan Bali. Untuk itu, Émile berusaha memilah unsur kebudayaan Bali manakah yang sakral, dan yang manakah yang duniawi. Aspek yang duniawi akan dianggap aman untuk di-"modern"-kan, sedangkan aspek yang sakral akan diperlakukan dengan lebih hati-hati.

Kritik terhadap Durkheim

Dikotomi yang dikemukakan oleh Durkheim telah diserang oleh sangat banyak akademisi. Antropolog yang mempelajari kebudayaan non-Eropa menemukan bahwa pemisahan simbol-simbol ke dalam kedua kategori sakral dan duniawi tidak selalu bisa dilakukan. Seperti yang sudah dipaparkan dalam essay ini, spiritualitas Bali sebelum masa kemerdekaan merupakan salah satu contoh spiritualitas yang tidak memiliki dikotomi sakral-duniawi.
Dikotomi sakral-duniawi dianggap hanya berlaku pada agama Abrahamik. Lebih lanjut, ketika budayawan/antropolog yang menggunakan sistem dikotomi ini gagal dalam mendeskripsikan kepercayaan spiritual non-Abrahamik, para antropolog tersebut memiliki kecendrungan untuk memandang rendah kepercayaan tersebut. Tomoko Masuzawa mengatakan bahwa pandangan dunia macam ini sangat Eurosentrik dan menurunkan status kepercayaan spiritual lainnya sebagai 'animisme', 'dinamisme', atau 'totemisme' belaka. Dengan melakukan pelabelan macam ini, para budayawan/antropolog Eropa jaman dahulu dituduh kolonialis. Ini mungkin kritik yang paling tepat dalam studi kasus dalam essay ini
Durkheim juga mengatakan bahwa simbol yang dielevasi menjadi sakral berfungsi untuk memperkuat organisasi sosial dalam suatu kebudayaan. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa seseorang tidak dapat menjadi bagian dari lebih dari satu kebudayaan dalam waktu yang sama. Para akademisi menyanggah Durkheim dengan memberikan analisis terhadap beberapa contoh di mana dalam suatu lokasi, dua kebudayaan yang berbeda dapat secara sukses berbaur tanpa menghilangkan identitas spiritual mereka.

B. Clifford Geertz: Pervasive, Order-reinforcing Symbolic Systems

Geertz merupakan bapak dari Symbolic anthropology, sebuah cabang antropologi yang menekankan bahwa kebudayaan adalah
"a system of inherited conceptions expressed in symbolic forms by means of which men communicate, perpetuate, and develop their knowledge about and attitudes toward life."
~Geertz, The Interpretation of Cultures. p. 89
Jika kebudayaan merupakan sistem simbolik, Geertz mengelaborasikan lebih bahwa agama merupakan kekuatan yang meneguhkan sistem simbol tersebut
Religion is:
  1. A system of symbols which acts to
  2. Establish powerful, pervasive, and long-lasting moods and motivations in men by
  3. Formulating conceptions of a general order of existence and
  4. Clothing these conceptions with such an aura of factuality that
  5. the moods and motivations seem uniquely realistic.

Uraian:

A system of symbols which acts to...
Simbol disini maksudnya adalah segala hal memberikan makna selain dari simbol itu sendiri bagi seorang individu. Misalnya, langit mendung merupakan simbol dari datangnya hujan, ritual merupakan simbol dari ketakwaan, dll.
...establish powerful, pervasive, and long-lasting moods and motivations in men by...
Simbol memotivasi dan memberikan atmosfir perasaan. Misalnya, seorang 'perokok' tidak dilabeli sebagai 'perokok' karena ia sekarang sedang merokok, tapi karena ia memiliki kecendrungan untuk merokok. Demikian pula dengan 'beriman'; seorang yang kita bilang 'beriman' tidak kita labeli seperti itu karena ia melakukan tindakan yang 'beriman', tetapi karena ia punya kecendrungan untuk melakukan tindakan tersebut.
Motivasi merupakan kecendrungan yang persisten untuk melaksanakan suatu aksi dan merasakan suatu perasaan dalam berbagai situasi. Ketika kita mendengar bahwa ExpertEyeroller itu orangnya 'narsis', kita akan memiliki ekspektasi bahwa ia akan bertindak secara tertentu. Misalnya, sering ngomongin diri sendiri, gak bisa menerima kritik, dan menjatuhkan orang lain. Kita juga memiliki ekspektasi bahwa ExpertEyeroller akan merasa sangat senang ketika namanya disebut, dan sangat sedih ketika namanya dilupakan. Namun, rasa senang tersebut sendiri bukan indikasi bahwa seseorang merupakan seorang 'narsis'
formulating conceptions of a general order of existence and . . .
Manusia dapat beradaptasi terhadap apa saja yang dapat ia konsepsikan. Namun, ia tidak dapat berhadapan dengan Chaos. Karena aset paling berharga bagi manusia adalah kemampuannya untuk berkonsepsi, perasaan takut yang paling besar akan muncul ketika ia dihadapi dengan sesuatu yang pikirannya tidak bisa cerna--the uncanny.Insert Lovecraft here
Ketika kita menemukan, merasakan, atau mengalami suatu hal yang baru, manusia harus dapat menjelaskan hal tersebut dalam kepada dirinya sendiri. Kegagalan sebuah kerangka dan pola pemikiran(spiritual, common sense, sains, filosofi, mitos) untuk menjelaskan hal-hal uncanny membuat seorang manusia jatuh ke dalam kegelisahan. Bahkan Einstein pun merasakan ketidakpuasan dan kegelisahan ketika dihadapi dengan mekanika kuantum yang acak--kegagalan untuk percaya pada fakta bahwa Tuhan bermain dadu.
Agama perlu memiliki kekuatan untuk menjelaskan hal-hal yang uncanny. Kepada para penganutnya, agama perlu memberikan kerangka pemikiran mengenai eksistensi diri sendiri dan eksistensi alam semesta, sehingga memberikan penganutnya rasa aman dari Chaos.
The problem of evil--atau mungkin lebih tepatnya the problem of suffering--merupakan kegagalan pikiran untuk memaknai penderitaan. Ketidakjelasan dari kejadian-kejadian empirik, tidak masuk akalnya penderitaan, dan tiadanya pertanggungjawaban dari semua itu dapat menumbuhkan kecurigaan bahwa dunia dan manusia didalamnya tidak memiliki order sama sekali. Tidak ada keteraturan empiris, tiada format emosional, tiada koherensi moralitas.
Respons yang diberikan oleh agama kepada semua masalah ini adalah sama: memformulasikan simbol-simbol yang mencitrakan keteraturan dunia--citra yang dapat memperhitungkan atau bahkan menyambut ambiguitas, teka-teki, dan paradox dari eksistensi manusia di dunia. Tujuannya bukanlah untuk menyangkal apa yang tidak dapat disangkal--bahwa ada kejadian yang tak dapat manusia jelaskan, bahwa hidup itu penuh penderitaan, atau bahwa badai turun menggemuruh pada mereka yang baik. Tujuannya adalah menyangkal bahwa alam semesta itu tidak dapat dijelaskan, menyangkal mereka yang memproklamasikan bahwa derita kehidupan itu tak terhankan, menyangkal pernyataan: 'keadilan hanyalah ilusi'.
...clothing these conceptions with such an aura of factuality that...
Muncul pertanyaan: bagaimana penyangkalan terhadap ketidakteraturan dunia ini berubah menjadi kepercayaan? Geertz menjawab bahwa kepercayaan spiritual seseorang tidak datang dari induksi Baconian/Bayesian mengenai bukti-bukti empiris dari kehidupan sehari-hari, melainkan berasal dari penerimaan sebelumya atas otoritas kerangka pikir yang mentransformasikan pengalaman orang tersebut dalam pikiran mereka. Dunia kejadian merupakan ilustrasi dari doktrin, bukan pembuktian dari doktrin tersebut.
Kita menjustifikasi kepercayaan dengan menunjuk kepada suatu otoritas. Kita menerima otoritas tersebut karena kita memerlukan kuasa atas pemikiran kita yang tidak datang dari pikiran sendiri. Kita tidak menyembah otoritas, tapi menerima otoritas tersebut dalam mendefinisikan kita para umat. He who would know the religion must first believe
Perspektif religius berbeda dari common sense di mana ia tidak hanya menjelaskan realita kehidupan sehari-hari, namun juga realita alam semesta. Ia juga berbeda dari perspektif sains yang mempertanyakan realita dengan skeptisisme dan menguraikan dunia dalam alam hipotesis probablitas; agama mendefinisikan kebenaran yang bersifat non-hipotetikal. Bagi kacamata agama, realita bukanlah sebuah problem yang harus dipecahkan, melainkan sebuah misteri yang harus dijalani
Penerimaan otoritas yang mewarnai kacamata umat memanifestasikan diri sendiri dalam ritual. Ritual memunculkan sekumpulan perasaan dan motivasi--ethos--dan mendefinisikan sebuah pandangan mengenai realita melalui sekumpulan simbol dalam diskursi ritual itu sendiri. Pelaksanaan ritual merupakan transposisi pemodelan otoritas spiritual atas dunia dengan pemodelan dunia dalam pikiran umat.
. . . the moods and motivations seem uniquely realistic
Tiada orang, sesuci apapun dia, yang hidup dalam dunia simbol spiritual secara permanen. Kehidupan sehari-hari biasa dijalani dengan apa yang kita bilang common sense. Orang beragama sering saling menukarkan lensa common sense dengan lensa spiritual berkali-kali dalam kesehariannya. Ritual dan pelaksanaan agama merupakan sebuah kumpulan simbol yang menginduksi seseorang untuk melihat realita melalui simbol-simbol itu sendiri.

Kritik terhadap Geertz

Kritik paling tajam terhadap Geertz datang dari tradisi akademia post-modernist. Salah seorang murid Geertz mengkritik gurunya yang tidak dapat memperhitungkan efek relasi-kuasa terhadap konsepsi Geertz akan agama.
Dalam konsepsi diskursi Foucault, suatu pengetahuan dan pandangan seseorang atas dunia pasti dipengaruhi oleh struktur diskursi di mana orang tersebut hidup. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kebudayaan atas pemikiran, kita perlu melihat bagaimana orang-orang pada masa lalu melihat sebuah konsep dan membandingkannya dengan pandangan kita masa kini terhadap konsep yang sama. Di sini, barulah kita dapat mengidentifikasi apa sebenarnya hal yang memengaruhi pemikiran suatu kebudayaan. Geertz dilempar kritik bahwa ia tidak dapat mengidentifikasi efek institusi kuasa kebudayaan terhadap pemikiran terhadap suatu konsep--termasuk konsep agama.
Banyak juga yang menunjukkan bahwa dalam konsepsi Geertz, nasionalisme merupakan sebuah agama. Geertz sendiri tahu mengenai hal ini, namun ia tidak berkomentar. Ini bisa kita cerna sebagai kritik terhadap konsepsi Geertz, atau bisa juga sebagai kritik terhadap nasionalisme
Geertz memformulasikan teori dia mengenai agama setelah ia melakukan penelitian selama bertahun-tahun di Jawa dan Bali, sehingga mungkin teori inilah yang paling tepat untuk menjelaskan kasus yang kita angkat.

VII. Interaksi Religius dan Kultural antara India dan Indonesia Modern

Upaya pada tahun 1937 yang gagal tersebut diulang lagi pada tahun 1952. Bukan hanya karena tekanan dari Kemenag, tapi juga karena terjalinnya kontak antara India dengan Bali yang diawali oleh beberapa pemuka Agama Hindu India.
Narendra Dev Pandit Shastri datang ke Bali dari India pada tahun 1950 dengan tujuan untuk memperkenalkan Hinduisme India yang modern kepada masyarakat Bali. Ia didanai oleh seorang pengusaha India kaya yang mendonasikan jutaan rupee demi mempromosikan agama Hindu baik di tanah airnya maupun di luar India. Pandit Shastri merupakan satu dari banyak kaum religius-intelektual India yang menaruh minat pada Bali. Nasionalisme di India yang bangga atas pengaruh kultural-religiusnya dari zaman kuno terhadap Asia Tenggara.
Keinginan untuk menjalin hubungan baik dengan Indonesia yang baru saja lahir membuat pemerintah India gencar mempromosikan hubungan antara kedua negara, khususnya dengan Bali. Mereka memberikan beberapa beasiswa bagi pelajar Bali untuk belajar mengenai agama Hindu di Universitas Hindu Benares dan Universitas Shantiniketan Vishva Bharaty. Para pelajar yang mengikuti program beasiswa tersebut memiliki peran yang besar dalam perkembangan Hindu di Indonesia.
Kontribusi terbesar Pandit Shastri terhadap Hindu Bali adalah bukunya yang ia terbitkan pada tahun 1958 dengan judul ‘Intisari Hindu Dharma’. Dalam buku tersebut dirumuskan sebuah kerangka teologi komplit yang dipersetujui oleh pemimpin dari berbagai organisasi reformasi religius, diantaranya adalah beberapa mahasiswa Bali yang baru saja pulang dari mengenyam pendidikan di India.
Pada tanggal 14 Juni 1958, sebuah petisi yang menuntut pendirian sebuah bagian Hindu Bali dalam Kemenag dikirimkan ke pemerintah pusat. Petisi itu menyatakan bahwa Agama Hindu Bali tidak berkonflik dengan sila pertama Pancasila karena ia memiliki sebuah kredo yang berasal dari Mantram Sanskrit: ‘Om tat sat ekam eva advitiyam’ (‘Om, yakni Segala Sesuatu yang Tak Berakhir, Kesatuan). Nama yang diberikan terhadap Om tersebut diambil dari bahasa Jawa Kuno, yakni Ida Sanghyang Widhi Wasa, sebuah istilah yang memiliki dua arti. Pertama adalah ‘Penguasa Ilahi Alam Semesta’, dan kedua adalah ‘Kenyataan Ilahi yang Hakiki’. Makna pertama tersebut sesuai dengan konsepsi ketuhanan personal dari agama Abrahamik yang dalam diskursus Indonesia disebut sebagai Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan makna kedua sesuai dengan makna ‘Hindu’ menurut kaum nasionalis-Hindu di India. Dewa-dewi Bali yang beragam kemudian dikatakan sebagai aspek-aspek berbeda dari Sanghyang Widhi Wasa;, klaim yang mirip dengan rasionalisme teologi kaum Brahmana India mengenai dewa-dewi di India.
Pandit Shastri bersama dengan pandita-pandita lokal juga menyusun korpus kitab suci Agama Hindu Bali yang terdiri dari: Catur Veda, Upanishad, dan Bhagavad Gita, serta kakawin Jawa kuno yakni Sarasamuccaya dan Sanghyang Kamahayanikan. Dengan begitu, para maharsi India kuno serta para mpu penyair Jawa kuno menempati posisi nabi. Pandit Shastri juga memperkenalkan Mantram Gayatri kepada masyarakat Bali--salah sebuah bait mantra yang paling penting dalam Weda.
Ia kemudian mengumpulkan lagi mantra-mantra dari berbagai korpus tradisi Hindu dari India dan menamakannya sebagai Puja Tri Sandhya(Sembah tiga doa harian), sebuah inovasi yang asing bagi India maupun Bali. Tri Sandhya berperan sebagai sebuah ritual yang bersifat umum untuk semua masyarakat Bali, sehingga ia berperan sebagai sebuah alat pemersatu yang ampuh.
Dari korpus teks suci tersebut, ditarik juga lima kategori ritual bersifat wajib yaitu:
Dibuat juga sebuah klaim bahwa kesemua variasi ritual di Bali merupakan manifestasi lokal dari kelima kewajiban tersebut, alih-alih ritual etnis yang berdasarkan atas kepercayaan animis dan politeis.
Semua inovasi ini gagal untuk diimplementasikan pada tahun 1937 karena pada saat itu kaum intelektual Bali belum mempunyai akses kepada teks-teks dan tafsir Hindu di India, sesuatu yang pada tahun 1950an disediakan oleh Pandit Shastri dan para mahasiswa yang belajar di India.
Petisi yang ditulis kaum intelektual Bali tersebut mendapatkan respons positif dari Sukarno. Latar belakang politik Sukarno yang dipengaruhi oleh Gandhi dan tafsirnya terhadap Bhagavad Gita, partisipasi dia dalam komunitas Teosofi jaman kolonial Belanda yang tertarik akan Hinduisme, serta darah Bali yang ia dapat dari ibunya bisa jadi merupakan alasan mengapa Sukarno melontarkan respons yang begitu positif tersebut. Apalagi, Sukarno yang tertarik atas perkembangan Hinduisme mengikuti beberapa pertemuan dari para intelektual Bali, sehingga ia familiar dengan ide-ide serta tokoh-tokoh dalam perkembangan Hindu Bali tersebut.
Pada tahun tanggal 1 Januari 1959, Agama Hindu Bali mendapatkan pengakuan terbatas dari pemerintah dengan terbentuknya Bagian Urusan Hindu Bali dalam Kemenag. Di tahun yang sama, seluruh organisasi keagamaan di Bali digabungkan ke dalam sebuah institusi formal yang berfungsi untuk mewakilkan komunitas Hindu-Bali secara keseluruhan. Institusi tersebut diberi nama Parisada Dharma Hindu Bali, dimodelkan dari struktur organisasi keagamaan parisad di India atas supervisi dari Pandit Shastri.

Bibliografi

Gvosdev, N. (2001), Constitutional Doublethink, Managed Pluralism and Freedom of Religion, State and Society
Ropi, I. (2017). Religion and Regulation in Indonesia. Jakarta.
Ramstedt, M. (2006). Hinduism in Modern Indonesia. London: Routledge Curzon.
Masuzawa, T. (2007). The Invention of World Religions. Chicago, Ill: Univ. of Chicago Press.
Geertz, C.(1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Pennington, B. (2005). Was Hinduism Invented. New York: Oxford University Press.
Durkheim, E. (1912). The Elementary Forms of Religious Life.
submitted by ExpertEyeroller to indonesia [link] [comments]

Apa Syarat Untuk dapat Menang di Permainan Togel Singapura?

Apa Syarat Untuk dapat Menang di Permainan Togel Singapura?
Dari beberapa jenis permainan judi online yang sering sahabat bettor mainkan saat ini, salah satu yang pernah atau sering sahabat bettor mainkan adalah togel Singapura. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa sahabat bettor juga mencoba beberapa pasaran yang lain mengingat banyaknya jumlah pasaran yang tersedia dan masing-masing pasaran juga menawarkan beberapa hal yang berbeda yang akan menguntungkan para pemain togel. Ketika sahabat bettor mencoba memainkan beberapa jenis permainan togel tersebut, hal yang paling penting dan harus sahabat bettor ketahui adalah persyaratan atau kondisi seperti apa yang akan membuat sahabat bettor dapat memenangkan permainan judi toto di pasaran ini.
Hal tersebut tidaklah sulit untuk dilakukan mengingat saat ini terdapat beberapa cara untuk dapat mengetahuinya dengan mudah. Namun memang perlu diketahui bahwa tidak ada keterangan tertulis atau cara yang benar-benar menjadi patokan untuk dapat memenangkan permainan judi togel tertentu. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus kalian pahami dan bahkan jalani jika kalian ingin memperoleh kemenangan dari sebuah permainan toto di pasaran togel Singapura.

Syarat Main Togel Singapore

Syarat Bermain Judi Togel Singapura

Untuk dapat mulai memainkan permainan judi togel di pasaran Singapura, yang perlu sahabat bettor lakukan adalah mencari tahu lebih banyak lagi mengenai beberapa pilihan permainan yang dapat sahabat bettor temukan di sini. Bahkan beberapa daftar bandar togel tertua juga dapat menjadi patokan untuk dapat memainkan sebuah permainan judi toto. Untuk itu lah Anda harus mengetahui beberapa jenis permainan yang tersedia dan mengapa permainan tersebut harus kalian menangkan. Kalian hanya harus mendaftar pada sebuah situs judi tertentu dan terdaftar dengan memiliki akun yang dapat kalian gunakan untuk dapat mulai bermain di situs tersebut. Untuk hal-hal selanjutnya dapat kalian dapatkan setelah kalian dapat memenangkan permainan tersebut.
  • Trik Menang Togel
Memperoleh kemenangan dari permainan judi adalah harapan hampir setiap pemain. Untuk itu kalian pun juga harus memperhitungkan beberapa hal terkait bagaimana sahabat bettor akan memperoleh kemenangan yang lebih besar lagi. Beberapa hal berikut ini menjelaskan mengapa sahabat bettor harus mencari tahu lebih banyak hal lagi mengenai permainan togel ini dan apakah togel Singapura akan menjadi salah satu cara yang paling tepat untuk dapat mendapatkan kemenangan dalam permainan agen togel online terpercaya ini. Dalam beberapa hal berikut ini akan dijelaskan bagaimana sahabat bettor dapat memenangkan permainan judi ini untuk mendapatkan lebih banyak lagi keuntungan dari beberapa jenis permainan tersebut.
Syarat Menang Togel Singapura
Untuk dapat menang dalam permainan togel dan beberapa variasi turunan togel online lainnya termasuk di pasaran togel Singapura, sahabat bettor hanya perlu mendapatkan angka sesuai dengan keluaran 4D yang nantinya akan dihitung kembali dengan mekanisme yang sudah ditetapkan untuk masing-masing permainan baik itu untuk permainan 50-50, tengah tepi, kembang kempis, colok bebas, colok naga dan beberapa jenis permainan lainnya.
  • Keuntungan Menang Togel di Pasaran Singapura
Bermain di situs judi seperti ini akan memberikan lebih banyak keuntungan bagi siapa saja yang dapat memperoleh kemenangan. Tidak adanya batasan taruhan membuat setiap pemain dapat memasang taruhan berapapun di mana nantinya potensi kemenangan sahabat bettor pun akan berlipat-lipat. Hal ini juga menjadi pertimbangan ketika Anda akan memilih sebuah situs toto hari ini juga. Ada banyak hal yang akan menjadi bahan pertimbangan oleh setiap pemain.
  • Penggunaan Strategi Untuk Menang Togel Singapura
Strategi dalam permainan ini sebenarnya bukanlah masalah bersaing dengan bandar atau pemain lain. Sahabat bettor hanya perlu menemukan formula yang tepat untuk dapat mendapatkan angka yang akan keluar dalam undian di pasaran Singapura dan juga beberapa jenis pasaran lainnya. Cara inilah yang akan membantu sahabat bettor untuk mendapatkan untung berupa hasil kemenangan dari taruhan yang sahabat bettor pasang.

Bermain di situs togel memang cukup mudah dan menyenangkan terutama bagi sahabat bettor yang sudah tahu bagaimana mekanisme permainan di situs lainnya. Cara ini akan sangat membantu kalian untuk dapat mendapatkan lebih banyak keuntungan yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu masih banyak lagi beberapa hal dalam permainan di togel Singapura seperti penggunaan buku mimpi dan juga database angka keluaran yang akan sangat membantu kalian.
Main di Agen Judi online terpercaya dan dapatkan jackpot hingga ratusan juta rupiah
submitted by ponlix to poker88 [link] [comments]

BEBERAPA TIPS MEMBUKA SITUS JUDI YANG DI BLOKIR DARI WINNERTOGEL

BEBERAPA TIPS MEMBUKA SITUS JUDI YANG DI BLOKIR DARI WINNERTOGEL
https://www.winnertogel.org/2018/11/beberapa-tips-membuka-situs-judi-yang.html
BEBERAPA TIPS MEMBUKA SITUS JUDI YANG DI BLOKIR DARI WINNERTOGEL

https://preview.redd.it/1xu6li57jdz11.jpg?width=297&format=pjpg&auto=webp&s=fa6942b5d4724b11b61b2d4a82ecad6cdb3b031a
WINNERTOGEL-Sebenarnya membuka situs web perjudian yang diblokir bisa dilakukan dengan gampang bahkan untuk orang biasa. seperti yang biasa kita ketahui, situs judi adalah situs yang paling rentan diblokir oleh pemerintah. Mengapa? karena perjudian melanggar hukum di Republik Indonesia. Namun jangan khawatir, winnertogel akan mem berikan beberapa cara untuk membuka situs judi yang diblokir. Bukan hanya situs perjudian, situs situs lain yang diblokir oleh pemerintah. juga bisa dibuka. Tetapi sebelum itu, apa tujuan dari pemerintah untuk melarang situs perjudian? bukankah pajak yang dihasilkan dari perjudian sangat besar? jawabannya "ya", pajak yang akan dihasilkan dari taruhan sangat besar. tapi apakah Anda tahu bahwa pemerintah sebelumnya pernah melegalkan perjudian togel di Indonesia. Namun, sebagai akibat dari mentalitas orang Indonesia yang tidak siap untuk berbagai lembaga yang korup, pelegalan perjudian justru membuat ekonomi Indonesia menurun dan merugikan negara. Dan bukan semata-mata karena itu alasan pemerintah mengilegalkan perjudian di indonesia Karena sebagian besar orang Indonesia adalah Muslim, maka perjudian dilarang di dalam negeri. Nah, tidak basa basi lagi, cukup beraksi dan inilah cara untuk membuka situs web perjudian yang diblokir. 1. Menggunakan alamat IP
https://preview.redd.it/uk07akkejdz11.jpg?width=640&format=pjpg&auto=webp&s=f96804203c7cd802661c85ca15403144afe5713a
Biasanya pemerintah. hanya memblokir domain yang dilarang, namun tidak dengan IP nya . hal itu membuat mudah bagi Anda untuk membuka situs web yang diblokir dengan akses langsung ke alamat IP nya di browser Anda. Caranya, Anda akan bisa menggunakan tool tool online atau lebih mudah nya cukup gunakan perintah command promt atau cmd melalui pc Anda. Jika Anda menggunakan Windows, caranya klik Start> Run> ketik: cmd> lalu enter. Setelah terbuka , maka akan muncul tab hitam , lalu ping domain (situs web Anda ingin memeriksa IP) lalu klik enter. Kemudian cmd akan memberikan alamat IP dari domain yang Anda tuju. 2. Menggunakan VPN
https://preview.redd.it/6mhp3a5hjdz11.jpg?width=1024&format=pjpg&auto=webp&s=48e8cc52719e965eb97addf8c5b15360017c16fa
Jika langkah di atas tidak dapat anda pahami maka Anda akan dapat melakukan langkanh kedua ini. Cara sederhana dan efektif ini adalah menggunakan layanan VPN. VPN bekerja melewati situs yang diblokir dengan mengenkripsi jaringan Anda. Untuk menggunakan layanan VPN ini, tersedia yang gratis dan beberapa yangberbayar. untuk performa maksimal, pastinya yang berbayar. Namun sebenar nya yang gratis sudah dapat membuka situs judi yang diblokir. 3. menggunakan Layanan DNS
https://preview.redd.it/95rdsycjjdz11.jpg?width=644&format=pjpg&auto=webp&s=e2ca7cc041bf2d6aa9b3c8ed1c77b87263f23335
Dalam kasus-kasus tertentu, situs diblok melalui DNS pada pc atau router yang Anda miliki. Lalu apa yang bisa dilakukan?tenang , cukup ganti DNS pc dan router Anda. selanjutnya Anda akan dapat dengan bebas mengakses jaringan yang bebas hambatan. Dengan mengganti DNS , Anda mengalihkan trafik internet melalui terowongan atau tunnel sehingga server akan mengira anda mengakses situs tersebut dari negara-negara lain yang diizinkan membuka situs perjudian. 4. menggunakan link alternatif
https://preview.redd.it/6u2v2rxvjdz11.jpg?width=640&format=pjpg&auto=webp&s=939a643dfe4c4dfa6f78f0b021b5f53c7e8d4e39
Akhirnya, cara terbaik di antara semua yang telah dijelaskan adalah menggunakan link alternatif. biasanya situs judi online sudah memahami bahwa domain mereka dapat diblokir, jadi mereka sudah pasti menyiapkan beberapa link alternatif. Jadi pastikan Anda mengetahui link alternatif situs judi langganan Anda. Langsung tanyakan pada customer seervice yang melayani. semoga informasi ini akan membantu Anda. Bagikan dengan teman-teman juga karena berbagi tidak dilarang. dan sekedar info tambahan dari winnertogel,apabila anda mencari situs judi togel aman dan terpercaya yang member menang berapa saja pasti di bayar silakan kunjungi HEBAT4D dan anda bisa daftar menjadi refferal winnertogel dengan link di bawah ini : http://www.hebat4d.org/reg/silvia96 sekian dan terima kasih,salam jp
submitted by winnertogel to u/winnertogel [link] [comments]

QQmegawin77 Judi Baccarat online harus menggunakan uang asli

QQmegawin77 Judi Baccarat online harus menggunakan uang asli
https://preview.redd.it/065gq7uwou321.png?width=501&format=png&auto=webp&s=ba3ecd3627801239e12e28c1734b06923d7eab1f
Kesibukan utama dengan membayar uang adalah taruhan yang diduga. Jalan Judi Banyak orang mendapat manfaat ketika taruhan dikonfirmasi agen slot . Dengan taruhan, pemain harus mendapatkan keuntungan dengan mengulanginya dalam jangka waktu singkat. Taruhan sangat terlihat sejak barang antik. Ini adalah jenis taruhan yang ada dari masa lalu saja dan saat ini cukup luar biasa.
Sebelumnya, kartu bermain hiu berjudi dengan adu ayam, jogging, atau mungkin dengan taruhan pada koin atau emas dan barang-barang khas yang memiliki biaya keuangan. Tentu saja, bahkan pengalihan yang tidak signifikan, misalnya, dapat digunakan sebagai pertandingan kriket sama seperti aksi taruhan, jelas mengambil keuntungan dari taruhan dan siapa yang menjadi juara, kemudian, memenuhi syarat untuk masalah taruhan.
Saat ini, taruhan rekreasi diatasi melalui transfer saat ini dan tetap berjalan dengan struktur berbayar. Saat Anda harus bertaruh, Anda dapat tinggal di situs taruhan yang jelas secara kolektif dapat diakses dari hiburan yang uang konsumsi sebagai uang. Tentu saja, bahkan dengan taruhan berbasis situs, akan sulit untuk memulai taruhan yang menghibur meskipun cara dia tinggal di Indonesia di mana tidak ada pusat taruhan yang tersedia. Praktek taruhan online di Indonesia tidak di bawah standar dibandingkan dengan taruhan taruhan di halaman web luar negeri. Dalam semua kemungkinan diberikan cara di mana penggemar tidak memiliki taruhan Indonesia sederhana dibandingkan dengan pemain remaja di negara-negara terpencil.
Bukan dua orang yang bermain taruhan online dengan satu alasan dengan mediator ini, maka kegembiraan itu ternyata sangat menyenangkan karena itu benar-benar berjalan dengan aman dan akan menyenangkan. Taruhan di Internet sangat dijelaskan ketika Anda selesai menulis buku taruhan di Baccarat Online sebagai taruhan taruhan terbaik. Dengan perjudian online, kejayaan hiburan akan menjadi sesuatu yang terjadi secara teratur dengan mempertimbangkan bagaimana perjudian adalah taruhan dasar berdasarkan situs web.
Jelaslah bahwa Bakarat Online adalah pertukaran antagonis yang digunakan sebagai pengganti negara alternatif, kegembiraan yang menggetarkan dengan berbagai gamer online yang enggan keluar untuk mencari taruhan pada bot, yang paling penting di Indonesia. Pastikan bahwa alternatif perjudian daring untuk perjudian adalah laman web situs web dengan otorisasi. Apabla tidak menerima persetujuan apa pun, jadi perhatian ekstra penting mengingat ketidakpastian tidak akan banyak membawa bencana.
Perjudian online adalah perjudian online terbaik di Indonesia
Ingat jika perjudian online adalah pertukaran taruhan terbaik, ini secara teratur digunakan oleh profesional yang menggunakan taruhan mobil pada halaman web untuk membeli uang dengan berjudi di situs. Pemain judi yang telah dikonfirmasi untuk waktu yang lama akan memilih perjudian online sebagai hiburan yang menyenangkan dengan berbagai perumahan. Dengan perjudian, masalah kemenangan itu ringan. Banyak kesenangan saat bermain taruhan judi akan menang. Ini adalah reaksi yang tepat mengapa hiburan judi selalu penuh dengan pemain taruhan berdasarkan situs yang aktif.
Perjudian daring juga digunakan oleh profesional profesional asing
Taruhan di web melalui taruhan perjudian akhirnya berubah menjadi sebuah kamp dengan sejumlah besar penggemar. Stimulus ini dikenal di Indonesia dan di luar negeri dalam berbagai pemain atau taruhan taruhan yang jelas bahwa itu mengakhiri Indonesia. Untuk bisnis yang kalah atau menang, jelas bahwa setiap kemenangan terjadi secara rutin. PASERINE akan memungkinkan Berilium diterapkan. Dll. [] [] [] [] [] [] [] [[] Dan seterusnya.
Di luar sendirian, perjudian online terus menerus menetapkan pilihan utama pada setiap level dengan memilih judi dengan memenangkan dasar dan positif pada saat itu bukanlah masalah. Saat ini Anda ingin memahami mereka sekarang dengan perjudian di situs, para pemain positif akan jatuh hari ini mengingat fakta bahwa kegembiraan tidak terlalu fisik dan tidak memerlukan banyak ide.
Baccarat juga dianggap sebagai kesenangan hukum terbaik yang digunakan untuk menjalankan dengan slot atau slot berbeda di luar. Dengan perjudian di situs, pemain yang melewatinya dapat mengatakan sesuatu yang unik, ada taruhan uang.
submitted by gustono45 to u/gustono45 [link] [comments]

Tips Fotografi Saat Bepergian

Tips Fotografi Saat Bepergian – Apakah Anda sedang memulai liburan keluarga atau reuni keluarga Anda, itu akan menjadi waktu yang spesial. Ketika kita memikirkan perjalanan yang telah kita tempuh, kita cenderung mengingatnya dengan foto-foto terbaik. Berikut beberapa ide yang dikumpulkan ajahajeh untuk meningkatkan liburan Anda serta kenangan Anda tentang mereka.

Persiapan Lokasi

1) Karena Anda tahu ke mana Anda pergi (itu persyaratan minimum), tidakkah masuk akal untuk memeriksa lokasi sebelum Anda sampai di sana? Buat daftar atraksi, akomodasi, tempat menarik khusus, area hiburan, belanja, dll. Sumber yang baik untuk membantu Anda melakukan ini adalah: Tempat dan Perjalanan bagian dari rekomendasi yang ada.

2) Cari tahu peluang foto untuk setiap tempat yang tepat. Siapa pun dapat mengambil foto anak-anak di taman hiburan yang “bagus”. Bukankah Anda lebih suka mengambil foto “WOW” yang bisa digantung di atas mantel? Atau bisa diunggah ke media sosial Anda.

3) Bergantung pada lokasi yang Anda kunjungi, Anda dapat melihat buku apa yang ditulis tentang mereka yang menyoroti peluang foto terbaik untuk seluruh area.

4) Jika Anda memahami dunia maya, mulailah dengan mencari tips rekomendasi dari situs referensi dan cari menggunakan berbagai kombinasi: tujuan Anda, lokasi fotografi terbaik, untuk gambar lokasi, tempat-tempat indah, dan lain-lain. Pilihannya tidak terbatas, ada banyak .

5) Jika Anda pergi ke area kota yang tidak besar, cari http://www.okewow.com yang bisa ditemukan di daerah tersebut. Hal yang hebat tentang taman nasional adalah pemandangannya biasanya begitu menakjubkan, sehingga bidikan yang begitu indah terlihat
luar biasa, hanya karena subjeknya. Setelah itu, lakukan penelusuran pada foto dan Anda akan disajikan dengan foto-foto hebat dari semua taman.

Persiapan Fotografi

Oke, Anda bepergian melalui atau Anda berada di lokasi yang indah penuh dengan peluang foto bagus dan menarik. Anda memulai perjalanan ini pada fajar dan saat Anda menarik ke dalam pemandangan paling indah sejauh 400 mil, matahari baru saja mulai memecahkan cakrawala.

Anda secara naluri membawa mobil ke atas, mengambil kamera dan tripod Anda, dan mencari tempat spot terbaik untuk mengaturnya. Hanya satu masalah kecil.. ANDA LUPA PERJALANAN ANDA! Alih-alih menampar diri di dahi itu, mengapa tidak merencanakan hal-hal ini sekarang, sebelum Anda pergi?



Daftar Anda harus mencakup SETIDAKNYA hal-hal berikut ini

1) Apakah saya perlu mengulang – MEMBAWA TRIPOD ANDA? Ini tidak memakan banyak ruang, dan seperti yang dijelaskan disini, tripod memungkinkan Anda untuk menangkap semua kategori foto baru yang tidak akan mungkin tanpa satu

2) Memori. Tentu saja, membawa semua memori yang Anda miliki, tetapi juga pak perangkat penyimpanan portabel Anda

3) Jika kamera Anda memiliki sepatu panas, bawa flash eksternal Anda, dan peralatan tambahan apa pun yang dapat digunakan untuk membantu dengan pantulan flash

4) Ingat kabel pelepas rana eksternal Anda untuk eksposur lama. Bagaimana lagi Anda akan mendapatkan tampilan “malaikat-rambut” dari air terjun itu?

5) Jangan lupa dasar-dasar seperti: baterai, pengisi daya baterai, tas kamera, dan lensa dan filter tambahan (jika ada di kamera Anda)

6) Dan jika Anda membutuhkannya, bawalah buku petunjuk untuk peralatan Anda.

Akhirnya, jangan terlalu larut dalam pengambilan bidikan sempurna agar Anda tidak menikmati perjalanan. Ingatlah untuk menggunakan tripod agar Anda setidaknya berada di beberapa foto.
submitted by ajahbayu33 to u/ajahbayu33 [link] [comments]

[Archive] Meneropong Pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia

07 sep 2006
Saya kirimkan wawancara Harian Bangsa dengan KH. Ghazali Said, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal. Beliau juga Pengasuh pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya, pernah studi di Mesir. Beberapa waktu lalu, saya juga mengirimkan komentar KH Hasyim Muzadi, bahwa khilafah itu bukan gerakan agama, tapi gerakan politik.
Selamat membaca
Salam
-Guntur-
Berikut wawancara lengkapnya:
www.harianbangsa.com
Harian Bangsa
Di Yordan, Organisasi Terlarang
 
Meneropong Pergerakan Hizbut Tahrir (1)
 
Beberapa kiai NU belakangan ini mengaku didatangi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Para aktivis HTI itu selain membagikan brosur juga mengajak kiai masuk kelompok mereka. Diantara kiai itu adalah KH Ahmad Muhammad Alhammad, pengasuh pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. "Saya katakan kepada mereka, saya ini NU, tak mungkin ikut paham sampean," kata Yai Mad - panggilan kiai berparas teduh itu - kepada sejumlah tamunya suatu ketika. "Brosur-brosurnya ada tapi tidak saya baca," tuturnya lagi.
Pengurus NU di berbagai daerah, termasuk PWNU Jawa Timur, juga mengaku sering mendapat pengaduan dari warga NU soal aktivis HTI yang berusaha mempengaruhi warga nahdliyin. Bahkan dalam Munas dan Mubes NU di Asrama Haji Sukolilo Surabaya tempo hari para aktvis HTI masuk ke kamar-kamar peserta membagikan selebaran. Jargon mereka - seperti biasa -khalifah sebagai solusi. Belum lagi beberapa masjid NU yang jadi sasaran mereka.
Karuan saja banyak kiai penasaran. Gerakan apa sebenarnya HTI? Bagaimana asal-usulnya? Berikut wawancara HARIAN BANGSA dengan KH Imam Ghazai Said, MA, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal. Pengasuh pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo ini memang sangat paham soal berbagai gerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Ia selain banyak menulis dan mengoleksi leteratur Islam aliran keras juga bertahun-tahun studi di Timur Tengah. Ia mendapat gelar S-1- di Universitas Al-Azhar Mesir, sedang S-2 di Hartoum International Institute Sudan. Kemudian ia melanjutkan ke S-3 di Kairo University Mesir. Kini intelektual muslim ini aktif sebagai Rois Syuriah PCNU Surabaya dan dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Bisa Anda jelaskan bagaimana sejarah gerakan Islam aliran keras yang belakangan menjadi perhatian para kiai NU?
Sebenarnya kelompok besarnya itu Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada 1928, dua tahun setelah NU berdiri, NU kan berdiri 1926. Pendiri Ikhwanul Muslimin Syaikh Hasan Al-Banna. Menurut saya, pemikiran Syaikh Hasan Al-Banna ini moderat. Dia berusaha mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, merangkul kelompok tradisional yang mungkin perilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. Syaikh Al-Banna menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin itu harkah islamiyah, sunniyah, salafiyah, jadi diakomodasi semua, sehingga ikhwanul muslimin menjadi besar. Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimin yang sangat rahasia. Kader yang berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer betul, doktrinnya pakai kesetiaan seperti tarikat kepada mursyid. Ini dibawah komando langsung Ikhwanul Muslimin. Para militer atau milisi ini menarik kelompok-kelompok sekuler yang ingin belajar tentang disiplin militer. Nasser (Gammal Nasser, red) dan Sadat (Anwar Sadat, red) juga belajar pada Tandhimul Jihad ini.
Apa Nasser dan Sadat yang kemudian jadi presiden Mesir itu bagian dari Ikhwanul Muslimin?
Mereka bagian dari militernya, bukan dari ideologi Ikhwanul Muslimin. Jadi mereka belajar aspek militernya. Ketika pada 1948 Israel mempermaklumkan sebagai negara maka terjadi perang. Nah, Tandhimul Jihad ini ikut perang, dan kelompok ini yang punya prakarsa-prakarsa. Waktu itu Mesir kan masih dibawah kerajaan Raja Faruk dan sistemnya masih perdana menteri, Nugrasi. Tapi akhirnya Arab kalah dan Israel berdiri. Kemudian Tandhimul Jihad balik lagi ke Mesir. Nah, dalam kelompok ini ada Taqiuddin Nabhani yang kemudian mendirikan Hizbut Tahrir. Jadi Taqiuddin itu awalnya bagian dari Ikhwanul Muslimin. Namun antara Hasan Al-Banna dan Taqiuddin ini kemudian terjadi perbedaan. Hasan Al-Banna berprinsip kita terus melakukan perjuangan dan memperbaiki sumber daya manusia. Sedang Taqiuddin bersikukuh agar terus melakukan perjuangan bersenjata, militer. Taqiuddin berpendapat kekalahan Arab atau Islam karena dijajah oleh sistem politik demokrasi dan nasionalisme. Sedang Hasan Al-Banna berpendapat sebaliknya. Menurut dia, tidak masalah umat Islam menerima sistem demokrasi dan nasionalisme, yang penting kehidupan syariat Islam berjalan dalam suatu negara. Pada 1949 Hasan Al-Banna meninggal karena ditembak agen pemerintah dan dianggap syahid. Sedang Taqiuddin terus berkampanye di kelompoknya di Syria, Libanon dan Yordania. Kemudian Tandhimul Jihad diambil alih Sayid Qutub, ideolognya Ikhwanul Muslimin. Ia dikenal sebagai sastrawan dan penulis produktif, termasuk tafsir yang banyak dibaca oleh kita di Indonesia. Nah, Sayid Qutub ini mendatangi Taqiuddin agar secara ideologi tetap di Ikhwanul Muslimin. Tapi Taqiuddin tidak mau karena ia beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin sudah masuk lingkaran jahiliyah. Ya, itu menurut Taqiuddin hanya gara-gara Ikhwanul Muslimin menerima nasionalisme. Akhirnya Taqiuddin mendirikan Hizbut Tahrir. Artinya, partai pembebasan. Maksudnya, pembebasan kaum muslimin dari cengkraman Barat dan dalam jangka dekat membebaskan Palestina dari Israel. Itu pada mulanya. Ia mengonsep ideologi khilafah Islamiyah.
Lantas?
Nah, karena ia berideologi khilafah Islamiyah, sementara di negaranya sendiri telah berdiri negara nasional, maka akhirnya berbeda dengan masyarakatnya. Di Lebanon, sudah berdiri negara nasionalis yang multi karena rakyatnya terdiri dari banyak agama, undang-undangnya sesuai jumlah penduduknya, misalnya, presidennya, harus orang Kristen Maronit, Perdana Menterinya harus orang Islam Sunni, ketua parlemennya harus orang Islam Syiah. Di Syiria juga telah menjadi negara sosialis, begitu juga Yordania telah berdiri sebagai negara sesuai kondisi masyarakatnya. Akhirnya Hizbut Tahrir itu menjadi organisasi terlarang (OT) di negara asal berdirinya. Karena ia menganggap nasionalisme itu sebagai jahiliah modern. Namun meski menjadi organisasi terlarang Hizbut Tahrir tetap bekerja dan menyusup ke tentara, ke berbagai organisasi profesi dan masuk juga ke parlemen. Hizbut Tahrir masuk ke partai politik dengan menyembunyikan identitasnya. Dari situlah kemudian terjadi upaya-upaya untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah yang sah pada jaman Raja Husen. Sehingga sebagian anggota Hizbut Tahrir diajukan ke pengadilan dan dihukum mati. Sampai sekarang Hizbut Tahrir masih jadi organisasi terlarang di Yordania.
Bagaimana sejarahnya sampai ke Indonesia ?
Mereka mengembangkan ke sini melalui mahasiswa yang belajar di Mesir. Pola ikhwan dikembangkan, pola Salafy dan pola Hizbut Tahrir dikembangkan. Tapi antara Ikhwan, Salafy dan Hizbut Tahrir secara ideologi bertemu, ada kesamaan. Mereka sama-sama ingin menerapkan formalisasi syariat Islam. Hanya bedanya, kalau Salafy cenderung ke peribadatan, atau dalam bahasa lain mengislamkan orang Islam, karena dianggap belum Islam. Dan target utamanya NU karena dianggap sarangnya bid' ah.ha.ha.ha. . Bisa saja kelompok Salafy, Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin membantah, tapi saya tahu karena saya telah berkumpul dengan mereka.
Kalau Ikhwanul Muslimin?
Sama. Kelompok Ikhwanul Muslimin, menjadikan NU sebagai target. Mereka bergerak lewat mahasiswanya yang dinamakan usrah (keluarga). Usrah ini minimal 7 orang, dan maksimal 10 orang. Ini ada amirnya dan amir inilah yang bertanggungjawab terhadap kelompok. Bagaimana mengatasi kebutuhan kehidupan sehari-hari terpenuhi, misalnya kalau ada anggota yang kesulitan bayar SPP. Jadi mereka tak hanya bergerak di bidang politik, tapi juga bidang-bidang lain. Nah, kelompok inilah yang kemudian menamakan diri sebagai Tarbiyah yang bermarkas di kampus-kampus seperti Unesa dan sebagainya. Kelompok Tarbiyah inilah yang menjadi cikal bakal PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Mereka umumnya alumni Mesir, Syiria atau Saudi. Kelompok ini masih agak moderat karena masih mau menerima negara nasional. Tapi substansi perjuangan formalisasi syariat sama dengan Hizbut Tahrir atau Salafy.
Kalau dalam ideologi khilafah Islamiyah?
Hizbut Tahrir katemu dengan Salafy dan Ikhwanul Muslimin dalam soal formalisasi syariat. Tapi dari segi sistem khilafahnya tidak ketemu. Sebab khilafah Islamiyah itu dianggap utopia. Misalnya bagaimana denganya sistem Syuronya, apakah meniru sistem Turki Utsmani yang diktator atau Umayah, itu masih problem. Tapi bagi Hizbut Tahrir yang penting khilafah Islamiyah.
Apa saja program Hizbut Tahrir?
Mereka sampai kini punya konstitusi yang terdiri dari 187 pasal. Dalam konstitusi ini ada program-program jangka pendek. Yaitu dalam jangka 13 tahun, menurut Taqiuddin, sejak berdiri 1953, Negara Arab itu sudah harus jadi sistem Islam dan sudah ada khalifah. Taqiuddin juga menarget, setelah 30 tahun dunia Islam sudah harus punya khalifah. Tapi kalau kita hitung sejak tahun 1953 sampai sekarang kan tidak teralisir.he. .he..he.. Jadi utopia, tapi mereka masih semangat.
Bagaimana sejarah Hizbut Tahrir ke Indoneisia?
Itu melalui orang Libanon. Namanya Abdurrahman Al-Baghdadi. Ia bermukim di Jakarta pada tahun 80-an. Kemudian juga dibawa Mustofa bin Abdullah bin Nuh. Inilah yang mendidik tokoh-tokoh HTI di Indonesia seperti Ismail Yusanto, tokoh-tokoh Hizbut Tahrir sekarang. Tapi sebenarnya diantara mereka ada friksi. Karena tokoh-tokoh HTI yang sekarang merasa dilangkahi oleh Ismail Yusanto ini. Bagaimana gerakan mereka di Indonesia?
Ini anehnya. Di Indonesia mereka terus terang menganggap Pancasila jahiliah. Nasionalisme bagi mereka jahiliah. Tapi reformasi kan memberi angin kepada kelompok-kelompok ini sehingga dibiarkan saja. Dan tidak ada dialog. Akhirnya mereka memanfaatkan institusi (seolah-olah) "mendukung" pemerintah untuk mempengaruhi MUI (Majelis Ulama Indonesia). Tapi mereka taqiah (menyembunyikan agenda perjuangan aslinya), sebab mereka menganggap Indonesia itu sebenarnya jahiliah. Taqiah itu ideologi Syiah tapi dipakai oleh mereka.
Nah, bagaimana respon tokoh Hizbut Tahrir? Ikuti lanjutan serial ini besok
dan seterusnya (bersambung)
 
Boleh Cium Perempuan Bukan Muhrim
Meneropong Pergerakan Hizbut Tahrir (2)
 
Lalu bagaima cara Hizbut Tahrir merealisasikan kepentingan politiknya?
Meski bernama partai, Hibut Tahrir, tak bisa ikut pemilu. Hizbut Tahrir membentuk beberapa tahapan dalam menuju pembentukan khilafah Islamiah. Pertama, taqwin asyakhsyiah islamiah, membentuk kepribadian Islam. Mereka pakai sistem wilayah, karena gerakan mereka internasional. Jadi untuk Indonesia wilayah Indonesia. Tapi sekarang pusatnya tak jelas, karena di negaranya sendiri sangat rahasia. Mereka dikejar-kejar karena Hizbut Tahrir ini organisasi terlarang. Tapi mereka sudah ada di London, Austria, di Jerman dan sebagainya.
Siapa tokoh internasionalnya itu?
Nah itu rahasia. Tapi di sini mereka terbuka karena Indonesia memberi peluang. Ada Ismail Yusanto dan sebagainya, jadi bisa muncul di media massa. Nah, dari taqwin syahsyiah islamiah ini bagaimana bisa mengubah ideology nasionalis menjadi internasionalis Islam. Mereka agresif, jadi terus menyerang. Karena itu orang-orang NU didatangi, termasuk kiai-kiainya didatangi oleh mereka. Kedua, attau'iyah, penyadaran. Ketiga, at-ta'amul ma'al ummah, interaksi dengan masyarakat secara keseluruhan. Mereka membantu kepentingan- kepentingan. Saya dengar di Surabaya, di Unair dan ITS saja, dalam urunan mereka bisa menghasilkan uang Rp 30 juta tiap bulan. Keempat, harkatut tatsqif, gerakan intelektualisasi. Ini diajari bagaimana menganalisa hubungan internasional, mempelajari kejelekan-kejelekan ideologi kapitalisme. Pokoknya yang ideologi modern itu mereka serang semua. Mereka melontarkan Islam sebagai solusi atau
alternatif. Ini beda dengan Ikhwanul Muslimin dan Tarbiah Islamiah yang kemudian menjelma sebagai PKS. Sebab Ikhwanul Muslimin agak fleksibel. Kasus di Syria, di bawah Mustofa as-Syiba'i, ketika ideologi pemerintahannya sosialisme, mereka ikut sosialis. Ia mencari landasan hukum bahwa sosialisme itu benar menurut Islam. Maka Mustofa as-Syiba'i menulis buku Istiroqiyah Islamiah, jadi sosialisme Islam.
Tapi Hizbut Tahrir di Indonesia kan pendukung PKS?
Kalau dukungan iya, tapi secara formal mereka tidak. Ya, mungkin ada kesamaan dalam perjuangan yang terbatas.
Lalu tahapan apalagi?
Yang terakhir, at-taqwin daulah islamiah, membentuk Negara Islam. Sarananya apa? Biwasailil jihad, dengan sarana jihad. Jadi bagi negara nasional, gerakan mereka, menurut saya, bahaya. Karena gerakan selanjutnya adalah istilamul hukmi, merebut kekuasaan. Meskipun utopia tapi kalau mereka pakai cara-cara kekerasan, kan berat. Karena mereka didoktrin dan pengikutnya muda-muda semua. Misalnya, mahasiswa semester 2 atau 3. Bahkan santri saya datang ke saya, ia bilang diajak Hizbut Tahrir. Saya persilakan. Tapi saya sendiri pernah diprotes oleh Hizbut Tahrir.
Kenapa?
Saya kan pernah bilang, bahwa pendapat ijtihadi Hizbut Tahrir ada yang kontroversial. Misalnya pendapat fiqhnya menyatakan bahwa anggota Hizbut Tahrir itu sebenarnya boleh non-muslim. Ini kan kontroversi. Kemudian, menurut Hizbut Tahrir, perempuan boleh jadi anggota parlemen. Kalau di Arab ini kontroversi. Lalu juga - menurut Hizbut Tahrir - boleh melihat film porno. Kemudian, ini yang menarik, menurut Hizbut Tahrir, boleh mencium perempuan bukan muhrim, baik syahwat maupun tidak syahwat. Begitu juga salaman dengan perempuan, boleh. Tapi mereka (aktivis Hizbut Tahrir) membantah. Waktu di NU Centre, mereka membantah karena saya menyatakan menurut paham Hizbut Tahrir boleh salaman dengan perempuan bukan muhrim. Mereka tanya, masak Hizbut Tahrir membolehkan ciuman dengan cewek bukan muhrim. Padahal setelah saya lihat dalam buku mereka ini (Imam Ghazali Said menunjukkan buku) memang boleh. Berikutnya, perempuan boleh berpakaian celana yang untuk kawasan Timur Tengah dianggap kontroversi. Juga boleh orang kafir menjadi panglima di Negara Islam, bahkan jadi khalifah sekalipun, asal dia taat pada undang-undang Islam. Kemudian juga boleh umat Islam membayar jizyah (pajak) kepada Negara kafir dalam kondisi umat Islam belum kuat.
Respon mereka?
Lha, ini nggak benar, kata mereka. Kata mereka, yang bicara begini ini harus Hizbut Ttahrir. Lalu saya bilang, saya kan punya data autentik. Ini tulisan syaikh Anda sendiri, Taqiuddin Nabhani (pendiri Hizbut Tahrir). Daulah Islamiyah. Saya sebagai guru kan tak boleh bohong. Sekarang mahasiswa tak bisa dibohongi. Mereka bisa akses informasi kemana-mana sehingga kita tak bisa nutup-nutupi. Katanya mereka (aktivis Hizbut Tahrir) mau kesini, mau lihat buku ini. Saya bilang boleh, tapi cukup difoto kopi. Kalau buku ini dibawa jangan, nanti hilang.
Apa kira-kira dasar Hizbut Tahrir membolehkan cium cewek segala itu?
Di sini tak dijelaskan alasannya. Tapi perkiraan saya agar orang Islam dapat dukungan dalam mendirikan khilafah, maka tak boleh terlalu ketat. Tapi menurut saya sampai sekarang belum ada tanda-tanda mereka akan bisa mendirikan khilafah. Karena kalau terlalu ketat mereka tak bisa mendapat dukungan internasional. Padahal mereka orientasinya internasional. Karena itu kampanye mereka sekarang tidak boleh mengkafirkan sesama muslim. Padahal ideologinya mereka kafirkan. Nasionalisme mereka kafirkan. (bersambung)
 
Abu Jahal juga Berjenggot dan Bersorban
Meneropong Pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia (3)
Pengurus DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur dan DPD II Surabaya kemarin silaturahim ke redaksi HARIAN BANGSA. Mereka mengklarifikasi beberapa pernyataan KH Imam Ghozali Said. Mereka yang kemarin ditemui jajaran redaksi terlibat dialog secara intensif dan gayeng. Beberapa kali terdengar ger-geran. Bagaimana tanggapan mereka? Tunggu saja. Redaksi akan menurunkan tanggapan mereka setelah wawancara dengan Imam Ghazali Said usai.
Berikut ini lanjutan wawancara dengan Imam Ghazali Said.
Bagaimana pandangan mereka soal fiqh?
Ada pemikiran begini. Apakah negara yang pakai sistem jahiliah itu perlu fiqh. Padahal fiqh itu adalah hukum Islam yang harus dilaksanakan dalam pemerintahan yang Islam. Ini terjadi perdebatan antara Sayid Qutub dan Wahbah Zuhaili. Dr Wahba ini orang Syria yang kitabnya jadi kutub muktabarah di NU. Dalam ICIS tempo hari Wahba ini datang. Sayid Qutub ini asalnya kan seorang hakim. Tapi, ketika dia masih jadi hakim ia masih menganggap penting system khlafah. Menurut Sayid Qutub dan Taqiuddin Nabhani, fiqh tidak perlu dipelajari atau dipraktikkan sepanjang suatu negara belum melaksanakan sistem Islam. Sedang Wahba Zuhaili menganggap bahwa fiqh adalah suatu keniscayaan. Ini jadi polemik. Menurut Wahba, orang Islam harus belajar fiqh, baik negaranya Islam maupun tidak Islam. Jadi menurut Wahba tidak hanya sistem pemerintahan saja, tapi bagaimana orang nikah, orang salat, muamalah, semua itu kan fiqh yang ngatur. Tapi menurut Sayid Qutub dan Taqiuddin Nabhani tidak perlu itu. Yang penting bagaimana memperjuangkan menegakkan pemerintahan Islam, baru setelah itu fiqh. Karena itu meski buku-buku atau tulisan Sayid Qutub banyak tapi tak ada fiqhnya. Semua buku-buku dia bernuansa politik. Misalnya pertarungan Islam dan kapitalisme dan sebagainya.
Dari penjelasan Anda ini tampak bahwa aktivis HTI sendiri kemungkinan banyak yang belum paham tentang pemikiran Taqiuddin Nabhani sebagai pendirinya?
Begini. Mereka itu ada jubirnya, jadi informasi dan pemikiran yang keluar diatur. Jadi referensi mereka tidak terbuka.
Berarti ada beberapa pemikiran yang disembunyikan bagi pengikutnya?
Ya, padahal kondisi sekarang kan sudah tidak bisa model begitu. Seperti saya kan tidak bisa mengelabuhi mahasiswa saya. Karena mahasiswa saya bisa mengakses literatur primer. Kecuali anggotanya bodoh-bodoh. Kan kasihan kalau anggotanya bodoh-bodoh. Karena itu ketika saya menyampaikan informasi yang benar dari sumber primer lalu dikira keliru oleh mereka. Ya, ndak bisa, wong saya punya sumber primer. Mereka katanya mau melihat sumber primer ini.
Maksudnya sengaja disembunyikan?
Bisa saja dianggap aib dan kalau itu dimunculkan pasarnya bisa tidak laku. Karena itu disembunyikan. Tapi pada era sekarang mana bisa disembunyikan. Lha,wong, di tiga negara, di Libanon, Syria dan Yordan, Hizbut Tahrir itu jadi organisasi terlarang. Di Mesir juga jadi organisasi terlarang karena mau menggulingkan pemerintahan yang sah. Jadi mereka gampang terseret pada aksi kekerasan. Karana itu anak-anak muda NU jangan mudah terprovokasi ikut mereka.
Tapi dalam hal-hal tertentu kan ada juga beberapa kesamaan dengan NU?
Ya, mungkin ada kesamaan. Qur'annya satu, Nabinya satu (Muhammad), karena itu kita tak bisa saling menyesatkan sebab masing-masing punya pandangan keagamaan yagn berbeda. Jadi ada hal yang sama dan ada hal yang beda. Artinya, bidang-bidang yang dikerjakan NU ya serahkan kepada NU, sedang bidang-bidang bagian mereka ya serahkan mereka. Ini tidak akan berbenturan. Jadi jangan mencaplok. Sudahlah yang bagian khilafah sampean (Hizbut Tahrir), carilah pengikut tapi jangan di NU. Mestinya orang-orang kafir diupayakan jadi basis pendukung, misalnya.
Kalau kelompok Salafy?
Mereka bergerak dalam bidang pendidikan. Misalnya LPBA (Lembaga Pendidikan Bahasa Arab) yang sekarang menjadi Lembaga Ilmu Keislaman cabang dari Jamiatul Imam Riyadh. Ini dibiayai dari sana sangat besar. Sebenarnya orang-orang seperti Ulil (Ulil Abshar Abdalla, red), Imdad dan sebagainya alumni LPBA ini. Lah, mereka ketemu dengan Rofik Munawar yang dulu ketua PKS Jawa Timur. Anis Matta (sekjen PKS) itu juga teman Ulil di LPBA. Mereka dulu alumni situ. Hanya saja ada yang kemudian terbawa dan larut dalam salafy seperti Anis Mattta, tapi ada yang nggak, ya kayak Ulil itu. Kalau Anis Matta terbawa Salafy tapi pola politiknya ikut Ikhwanul Muslimin. Kelompok Salafy ini sangat puritan. Jadi tahlilan, dibaan, ziarah kubur, mereka sangat tidak mau. Mereka menganggap itu syirik. Nah, disinilah, dalam bidang peribadatan itu, kelompok PKS ketemu dengan Salafy. Sedang orang-orang seperti Ulil, Imdad dan anak-anak pesantren yang sekolah di LPBA melakukan pemberotakan. Mereka menganggap (paham Salafy) itu tak cocok dengan budaya saya (Ulil cs) yang NU. Akhirnya mereka melanjutkan ke ilmu-ilmu filsafat, sosial dan sebagainya, termasuk belajar ke Magnez Suseno di Driyarkara. Kemudian berkomunikasi dengan Nurcholis Madjid, ketika Nurcholis masih ada (hidup). Nah, dalam diri Ulil cs ini kemudian terbentuklah suatu sosok yang berasal dari pola radikal (Salafy), ketemu dengan ilmu-ilmu sosial, ketemu dengan Nurcholis Madjid, ketemu dengan Gus Dur dan sebagainya. Jadi mereka ini meramu dari berbagai unsur itu sehingga jadilah orang seperti Ulil, Hamid Basyaib, Luthfi Syaukani, Muqsith (Abd Moqsith Ghazali, Red.), dan sebagainya.
Apa ada kesamaan dalam soal simbol-simbol pakaian di antara mereka?
Ya, memang ada kesamaan, baik kelompok Hizbut Tahrir, Tarbiah (PKS) maupun Salafy. Misalnya pakai celana cingkrang, berjenggot dan sebagainya. Tapi semua kelompok ini sama menyerang NU.
O, ya bagaima sebenarnya sebenarnya soal pakaian itu menurut Islam?
Menurut mereka, Nabi itu jenggotan. Abdul Aziz, tokoh Salafy, itu menulis tentang membiarkan jenggot. Menurut dia, kalau orang mencukur jenggot dianggap tabi'ul hawa, mengikuti hawa nafsu. Jadi menurut mereka memahami sunnah Rasul itu apa saja diikuti, termasuk cara berpakaian. Tapi kalau NU kan tidak begitu cara memahami sunnah Rasul. Paling tidak, NU terdidik memahami sunnah Rasul itu dalam arti substantif, misalnya soal peribadatan. Tapi kalau soal pakaian kalangan NU yang terdidik menganggap itu sebagai budaya. Misalnya soal sorban. Nabi memang bersorban tapi harus diingat Abu Jahal dulu juga sorbanan. Begitu juga soal jenggot. Kalangan NU terdidik menganggap itu sebagai budaya. Karena Abu Jahal pun juga jenggotan. Masak orang nggak punya jenggot disuruh memelihara jenggot. Ada orang yang jenggotnya hanya tiga helai atau tiga lembar itu disuruh pelihara..kan lucu.ha.ha.ha.
Kalau soal celana mereka yang cingkrang?
Kan ada dalam hadits Nabi bahwa kalau pakaian orang itu nglembreh ke kakinya dianggap huyala, sombong. Padahal dulu pakaian Abu Bakar juga ngelembreh, panjang ke bawah tapi tidak dianggap sombong. Waktu itu Abu Bakar tanya, apakah saya ini juga dianggap sombong karena pakaian saya ngelembreh. Lalu dijawab, o, tidak, karena Abu Bakar memang tidak sombong, meski pakaiannya nglembreh. Karena tubuh Abu Bakar kurus, jadi sudah wajar kalau pakaiannya dipanjangkan sampai nglembreh. Karena itu menurut kalangan NU, pakaian itu dianggap sebagai budaya. Masak orang pakai kopyah hitam dianggap bid'ah hanya karena Nabi tak pernah pakai kopyah hitam. Kan waktu itu belum ada perusahaan kopyah Gresik ha.ha.. Nah, disini lalu semua menyerang NU. Jadi mereka semua, Hizbut Tahrir, Tarbiyah dan Salafy itu sama menyerang NU. Menurut mereka, yang dimaksud ahlussunnah itu adalah versi Ibnu Taymiah, bukan paham versi Asy'ari. Dalam buku-buku mereka paham Asy'ari itu dianggap sesat. Padahal NU kan menganut paham Asy'ari.
Jihad untuk Negara Nasional
Ada yang berpendapat, kalau niat mereka untuk dakwah, kenapa mereka kok tidak merekrut komunitas lain yang belum beragama, misalnya. Kalau jamaah NU kan hasil jerih payah para wali songo dan ulama kultural, kenapa mereka tidak cari kreasi sendiri agar tidak menimbulkan konflik sesama umat Islam?
Ya, karena mereka mau mengislamkan orang Islam. Jadi kita yang sudah Islam ini harus diislamkan lagi.ha.ha ..
Jadi iman umat Islam masih perlu diadili. Berarti mereka merasa paling Islam?
O, ya, mereka memang merasa paling Islam. Karena itu harus kita pahami itu. Kalau sikap saya tetap harus moderat. Sepanjang mereka tidak menyerang kita ya kita nggak apa-apa. Tapi mereka menyerang kita, ya kita harus melawan. Karena itu di beberapa tempat seperti di NTT, Jember, kita lawan karena mereka sudah menyerang kita. Di Purwokerto misalnya orang NU dianggap sesat. Saya kan kesana, orang NU di sana dianggap dlalal finnar, masuk neraka.ha..ha. . ya kelompok Salafy itu. Jadi yang menyerang NU dalam peribadatan itu kelompok Salafy, sedang yang menyerang NU dari segi politik kelompok Hizbut Tahrir dan Tarbiyah (PKS). Jadi orang NU itu harus sadar, bahwa sekarang mereka diserang dari berbagai arah.
Jadi secara paradigmatik maupun aksi memang beda sekali dengan NU?
Sejak Gus Dur mimpin NU kan membuka cakrawala baru di kalangan anak-anak muda NU. Gus Dur mengevaluasi bahwa formalisasi syariat ternyata selalu gagal, karena itu Gus Dur membuka wacana baru Islam sebagai etika soial. Dan ini kemudian menjadi gaung NU sampai sekarang, walau belakangan NU diutik dengan formalisasi syariat. Tapi Pak Hasyim Muzadi dalam berbagai wawancara menyatakan tidak memperjuangkan Islam seperti teksnya tapi yang diperjuangkan adalah ruhnya. Bisa saja KUHP seperti sekarang tapi ruh Islam ada di situ. Nah, dalam hal ini pengaruh Gus Dur sangat besar. Tapi di struktural NU sekarang kan dilakukan pembersihan terhadap kelompok-kelompok Gus Dur. Di Lakpesdam, Imdad (M Imaduddin Rahmat, red) bilang kepada saya bahwa dia hanya ditaruh sebagai pemimpin redaksi Tashwirul Afkar. Tapi di struktur Lakpesdam ia sudah tak masuk. Tapi untuk membersihkan orang-orang Gus Dur secara total tidak bisa. Karena pengurus NU yang pandai-pandai adalah "didikan" Gus Dur. Paling tidak, secara visi keagamaan sama karena sebelumnya pernah lama berinteraksi dengan Gus Dur. Misalnya Endang Turmudzi, Sekjen PBNU. Dia kan orang LIPI. Kemudian Nazaruddin Umar, Katib Aam Syuriah. Nah, ketika berhubungan dengan dunia internasional, kelompok-kelompok "didikan" Gus Dur inilah yang bisa berkomunikasi. Jadi meski mereka ini dibenci tapi tetap dibutuhkan. Misalnya ada Masdar dan sebagainya. Dan mereka inilah yang mengerti persoalan yang dihadapi NU ke depan dalam menghadapi kelompok-kelompok Islam radikal itu.
Bisa dijelaskan soal NU dalam kontek negara nasional?
NU fiqh mainded. Fiqh siyasi (politik) di NU kurang berkembang. Fiqh yang dikembangkan NU adalah fiqh dalam kontek negara nasional. Ketika Kiai Hasyim Asy'ari (pendiri NU, red) mengeluarkan fatwa resolusi jihad Negara Indonesia dalam kondisi bukan negara agama. Karena saat itu kalimat menjalankan syariat Islam sudah dihapus kemudian Belanda datang lagi akhirnya Kiai Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa jihad. Jadi Negara yang dipertahankan waktu itu negara "sekuler" kan. Jadi NU tak bisa lepas dari negara nasionalis atau sebagai nasionalis. Nah, fatwa jihad Kiai Hasyim itu merupakan fatwa pertama di dunia Islam yang mempertahankan negara nasionalis. Belum ada ketika itu ulama yang berfatwa kewajiban jihad untuk mempertahankan Negara nasionalis. Jadi Kiai Hasyim Asy'ari itu pelopor pertama.
Apa kira-kira dasar pemikirannya?
Mungkin bagi Kiai Hasyim yang terpenting Indonesia merdeka dulu. Apalagi bangsa Indonesia mayoritas umat Islam. Ini yang harus diutamakan. Jadi Kiai Hasyim membuat fatwa untuk mengusir penjajah dan mempertahankan negara nasional. Nah, ini bagi wacana pemikiran internasional seperti orang-orang yang menginginkan sistem kahalifah kontroversi. Perjuangan NU berikutnya, dalam sejarahnya, seluruhnya selalu terkait dengan negara. Soekarno, misalnya, diberi gelar waliyul amri dlaruri bissyaukah. Jadi pemerintah darurat yang mempunyai kekuatan. Ini asalnya kan diberi oleh konfrensi ulama di Cipanas 1954. Kemudian pada 1956 oleh NU dianggap sah. Ini artinya apa? Karena dikaitkan dengan fiqh? Sebab perempuan yang tidak punya wali dalam pernikahan walinya harus Sulthon. Padahal hadits as-sultonu waliyu man laa waliya lah. Sulthon itu adalah wali bagi orang yang tak punya wali. Kalau Sulthon ini tidak diberi legitimasi sesuai syariat kan tidak sah Sulthon ini. Jadi ini terkait dengan fiqh maka negara walau sekuler harus diakui sah menurut syariah. Nah, cara berpikir ini saya kira cerdas. Kalau nggak gimana. Sulthon itu siapa, padahal kalau orang kawin harus mencatatkan diri ke situ. Nah, itulah NU. Tapi ini kemudian disalahpahami oleh kelompok Islam modernis. Dikira NU itu oportunis pada negara karena memberi legitimasi. Padahal sebenarnya ini terkait dengan fiqh.
Faktor lain?
Faktor kedua memang pada tahun 50-an itu Kartosuwirjo sedang mengadakan pemberontakan. Nah, pemberian gelar waliyul amri dlaruri bissyaukah itu sebagai legitimasi pada Soekarno agar bisa mengatasi gerakan pemberontakan itu. Tapi inti NU itu sebenarnya pada fiqh urusan perkawinan tadi itu, bukan pada fiqh siyasahnya (politik). Selanjutnya perjuangan NU terus berkait dengan negara nasionalisme. Ini yang harus dipahami oleh kelompok-kelompok baru ini seperti Hizbut Tahrir dan sebagainya itu. (Bersambung)
 
Selasa 29 Agustus 2006 9:55:56 WIT
NU Dianggap Masuk Neraka
Meneropong Pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia (4)
Dalam edisi kemarin ada beberapa nama dan kutipan salah tulis. Misalnya di situ tertulis Dr Wahba Suhairi. Yang benar adalah Dr Wahbah Zuhaily. Begitu juga Sayid Qutub tertulis sebagai hakim. Yang benar, Taiqiuddin an-Nabhani asalnya seorang hakim, sedang Sayid Qutub seorang sastrawan. Redaksi mohon maaf kepada Pembaca. Pembetulan ini sekaligus sebagai ralat. Berikut lanjutan wawancara dengan KH Imam Ghozali Said, MA.
Ada yang berpendapat, kalau niat mereka untuk dakwah, kenapa mereka kok tidak merekrut komunitas lain yang belum beragama, misalnya. Kalau jamaah NU kan hasil jerih payah para wali songo dan ulama kultural, kenapa mereka tidak cari kreasi sendiri agar tidak menimbulkan konflik sesama umat Islam?
Ya, karena mereka mau mengislamkan orang Islam. Jadi kita yang sudah Islam ini harus diislamkan lagi.ha.ha ..
Jadi iman umat Islam masih perlu diadili. Berarti mereka merasa paling Islam?
O, ya, mereka memang merasa paling Islam. Karena itu harus kita pahami itu. Kalau sikap saya tetap harus moderat. Sepanjang mereka tidak menyerang kita ya kita nggak apa-apa. Tapi mereka menyerang kita, ya kita harus melawan. Karena itu di beberapa tempat seperti di NTT, Jember, kita lawan karena mereka sudah menyerang kita. Di Purwokerto misalnya orang NU dianggap sesat. Saya kan kesana, orang NU di sana dianggap dlalal finnar, masuk neraka.ha..ha. . ya kelompok Salafy itu. Jadi yang menyerang NU dalam peribadatan itu kelompok Salafy, sedang yang menyerang NU dari segi politik kelompok Hizbut Tahrir dan Tarbiyah (PKS). Jadi orang NU itu harus sadar, bahwa sekarang mereka diserang dari berbagai arah.
Jadi secara paradigmatik maupun aksi memang beda sekali dengan NU?
Sejak Gus Dur mimpin NU kan membuka cakrawala baru di kalangan anak-anak muda NU. Gus Dur mengevaluasi bahwa formalisasi syariat ternyata selalu gagal, karena itu Gus Dur membuka wacana baru Islam sebagai etika soial. Dan ini kemudian menjadi gaung NU sampai sekarang, walau belakangan NU diutik-utik dengan formalisasi syariat. Tapi Pak Hasyim Muzadi dalam berbagai wawancara menyatakan tidak memperjuangkan Islam seperti teksnya tapi yang diperjuangkan adalah ruhnya. Bisa saja KUHP seperti sekarang tapi ruh Islam ada di situ. Nah, dalam hal ini pengaruh Gus Dur sangat besar. Tapi di struktural NU sekarang kan dilakukan "pembersihan" terhadap kelompok-kelompok Gus Dur. Di Lakpesdam, misalnya, Imdad (M Imdaduddin Rahmat, red) bilang kepada saya bahwa dia hanya ditaruh sebagai pemimpin redaksi Jurnal Tashwirul Afkar. Tapi di struktur Lakpesdam ia sudah tak masuk. Tapi untuk membersihkan orang-orang Gus Dur secara total tidak bisa. Karena pengurus NU yang pandai-pandai adalah "didikan" Gus Dur. Paling tidak, secara visi keagamaan sama karena sebelumnya pernah lama berinteraksi dengan Gus Dur. Misalnya Endang Turmudzi, Sekjen PBNU. Dia kan orang LIPI. Kemudian Nazaruddin Umar, Katib Aam Syuriah. Nah, ketika berhubungan dengan dunia internasional, kelompok-kelompok "didikan" Gus Dur inilah yang bisa berkomunikasi. Jadi meski mereka ini dibenci tapi tetap dibutuhkan. Misalnya ada Masdar (KH Masdar Faid Mas'udi, Red) dan sebagainya. Dan mereka inilah yang mengerti persoalan yang dihadapi NU ke depan dalam menghadapi kelompok-kelompok Islam radikal itu.
Bisa dijelaskan soal NU dalam kontek negara nasional?
NU fiqh minded. Fiqh siyasi (politik) di NU kurang berkembang. Fiqh yang dikembangkan NU adalah fiqh dalam kontek negara nasional. Ketika Kiai Hasyim Asy'ari (pendiri NU, red) mengeluarkan fatwa resolusi jihad, Negara Indonesia dalam kondisi bukan negara agama. Karena saat itu kalimat "menjalankan syariat Islam.." sudah dihapus. Kemudian Belanda datang lagi akhirnya Kiai Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa jihad. Jadi Negara yang dipertahankan waktu itu negara "sekuler" kan. Jadi NU tak bisa lepas dari negara nasionalis atau sebagai nasionalis. Nah, fatwa jihad Kiai Hasyim itu merupakan fatwa pertama di dunia Islam yang mempertahankan negara nasionalis. Belum ada ketika itu ulama yang berfatwa kewajiban jihad untuk mempertahankan Negara nasionalis. Jadi Kiai Hasyim Asy'ari itu pelopor pertama.
Apa kira-kira dasar pemikirannya?
Mungkin bagi Kiai Hasyim yang terpenting Indonesia merdeka dulu. Apalagi bangsa Indonesia mayoritas umat Islam. Ini yang harus diutamakan. Jadi Kiai Hasyim membuat fatwa untuk mengusir penjajah dan mempertahankan negara nasional. Nah, ini bagi wacana pemikiran internasional - seperti orang-orang yang menginginkan sistem khalifah - kan kontroversi. Begitu juga perjuangan NU berikutnya, dalam sejarahnya, seluruhnya selalu terkait dengan negara. Soekarno, misalnya, diberi gelar waliyul amri dlaruri bissyaukah (pemerintah darurat yang mempunyai kekuatan). Ini asalnya kan diberi oleh konfrensi ulama di Cipanas 1954. Kemudian pada 1956 oleh NU dianggap sah. Ini artinya apa? Karena dikaitkan dengan fiqh. Sebab perempuan yang tidak punya wali dalam pernikahan walinya harus Sulthon. Dasarnya adalah hadits as-sultonu waliyu man laa waliya lah. Sulthon itu adalah wali bagi orang yang tak punya wali. Kalau Sulthon ini tidak diberi legitimasi sesuai syariat kan tidak sah Sulthon ini. Jadi ini terkait dengan fiqh, maka negara walau sekuler harus diakui sah menurut syariah. Nah, cara berpikir ini saya kira cerdas. Kalau nggak gimana nasib perkawinan itu. Sulthon itu siapa, padahal kalau orang kawin harus mencatatkan diri ke situ. Nah, itulah NU. Tapi ini kemudian disalahpahami oleh kelompok Islam modernis. Dikira NU itu oportunis pada negara karena memberi legitimasi. Padahal sebenarnya ini terkait dengan fiqh.
Faktor lain?
Faktor kedua memang pada tahun 50-an itu Kartosuwirjo sedang mengadakan pemberontakan. Nah, pemberian gelar waliyul amri dlaruri bissyaukah itu sebagai legitimasi pada Soekarno agar bisa mengatasi gerakan pemberontakan itu. Tapi inti NU itu sebenarnya pada fiqh urusan perkawinan tadi itu, bukan pada fiqh siyasahnya (politik). Selanjutnya perjuangan NU terus berkait dengan negara nasionalisme. Ini yang harus dipahami oleh kelompok-kelompok baru seperti Hizbut Tahrir dan sebagainya itu. (Bersambung)
Siapa Amir-nya di Indonesia?
 
Meneropong Pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia (5)
Dengan demikian, bisa dijelaskan perbedaan antara NU dan HTI?
Ya. NU berdiri tahun 1926 dalam proses menuju pembentukan negara Indonesia. Sedang Hizbut Tahrir (HT) berdiri ketika nation state di tempat ia berdiri telah terbentuk, yaitu tahun 1953. Dari segi latar belakang waktu yang berbeda ini, dipahami bahwa sejak awal NU memberi saham besar terhadap pembentukan nation state yang kemudian menjadi negara Indonesia merdeka. Sedang HT berhadapan dengan negara yang sudah terbentuk. Maka wajarlah, jika HT menganggap bahwa nasionalisme itu sebagai jahiliyah. Karena mereka anggap menjadi penghalang dari pembentukan internasionalisme Islam, apalagi nasionalisme tersebut tidak memberlakukan syariat Islam dan lebih banyak mengadopsi sistem hukum sekuler Barat. NU menerima sistem hukum penjajah dalam keadaan darurat. Karena negara tidak boleh kosong dari hukum. Selanjutnya, NU berjuang agar hukum yang berlaku di negara ini bisa menjadikan fikih sebagai salah satu sumber dari hokum nasional kita. Dari situ, NU ikut ambil saham dalam penerapan UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang saat ini berlaku di Indonesia. Tentu HT belum punya saham dalam memperjuangkan hukum Islam di negara nasional ini, sehingga tidak logis jika HT langsung menentang negara nasional ini gara-gara tidak memberlakukan syariah Islam secara kaffah. Jadi, perjuangan NU dalam menegakkan syariah baik sebagai etika social maupun sebagai hukum formal tidak bisa diletakkan di luar NKRI. Karena NKRI ini didapat dengan perjuangan para syuhada yang gugur pada prakemerdekaan maupun pascakemerdekaan. Pendek kata, NU tidak bisa terpisah dari negara nasional ini.
Mestinya, suatu ormas dapat diakui legal di negara ini harus terdaftar di Depkum HAM. Apakah ini berlaku bagi HTI?
Nah itu masalahnya. Saya tidak tahu. Yang jelas, HTI dapat leluasa melakukan kegiatan pascareformasi. Tapi jika dilihat dari semua kegiatan yang dilakukan, tampaknya HTI belum mengantongi izin sebagai ormas. Karena jika nanti dipelajari tujuan berdirinya ormas ini oleh pemerintah, pasti ormas ini dilarang karena menentang konstitusi negara. Hal seperti itu yang terjadi di Yordan, Syiria, Libanon, Malaysia, dan lain-lain. Jadi, HT di semua negara itu menjadi organisasi bawah tanah. Indikator ini tampaknya ada di Indonesia. Buktinya, tidak jelas siapa Amirnya. Yang tampak itu Ismail Yusanto sebagai juru bicara. Atau di Jawa Timur itu siapa Amirnya? Yang kelihatan dr Usman sebagai humas atau jubirnya. Jabatan ketua DPD I, DPD II HTI, itu sebenarnya kamuflase untuk mengelabui agar diakui sebagai ormas yang legal. Kalau tujuannya menentang konstitusi negara, bagaimana mungkin bisa diakui? Tapi saya tidak tahu. Barangkali sudah mengantongi izin. Ini yang perlu dijelaskan oleh HTI dan pemerintah. Realitanya, sistem sel seperti yang terjadi di Yordan, Mesir, Sudan, dan lain-lain juga berlaku di sini. Di sini mestinya pemerintah cermat. Namun saya yakin, BIN sudah tahu masalah ini, tapi sengaja dibiarkan. Semua yang saya jelaskan itu berdasarkan sumber-sumber primer tulisan pendiri dan aktifis HT di Yordan, Palestina, Syiria, Libanon dan Mesir. Di antaranya Al Daulah al Islamiyah karya Taqiyuddin Nabhani, Kaifa Huddimat al Khilafah karya Abdul Qodim Zallum, dan lain-lain yang semuanya ada di Perpustakaan An-Nuur.
(bersambung)
submitted by internweb to indonesia [link] [comments]

Baca Berita Indonesia : 12 Penyihir Paling Bebahaya di Dunia

Baca Berita Indonesia : 12 Penyihir Paling Bebahaya di Dunia
https://preview.redd.it/81xyccg3pdn11.jpg?width=1280&format=pjpg&auto=webp&s=db39eb9f266808ab24a23a45f98f6d4e74b93748
Baca Berita Indonesia – 12 Penyihir Paling Bebahaya di Dunia. Sihir dan penyihir biasanya diturunkan ke alam dongeng dan kadang-kadang dijelaskan sebagai manifestasi ketakutan bawah sadar. Mereka mengisi buku bergambar, muncul dalam film-film dan serial televisi berbasis fantasi, dan fitur stereotip mereka menginspirasi kostum Halloween.
Juga penyihir telah dilihat sebagai objek kebijaksanaan dan kejahatan dalam cerita rakyat selama beberapa generasi.
Sebenarnya ada banyak penyihir yang ada dalam mitologi di seluruh dunia . Mari kita lihat dua belas penyihir terliar dari mitos dan legenda.
Untuk Baca Berita Seluk-beluknya silahkan pergi BABEINDONESIA situs Baca Berita Indonesia Ter dan dapatkan dari sumber yang bisa di percaya
Baca Berita Nasional | Baca Berita Internasional | Baca Berita Olahraga | Baca Berita Indonesia | Baca Berita Indonesia Online
submitted by merlinbetty1996 to u/merlinbetty1996 [link] [comments]

Cerita Detik-detik Pemberhentian Prabowo dari Jabatan Pangkostrad

Jakarta, Jumat, 22 Mei 1998. Suasana politik Ibu Kota masih terasa panas kala itu, sehari setelah Soeharto meletakkan jabatan dan menyerahkan kepada Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.
Rencananya, hari itu pada pukul 08.00 WIB Presiden Habibie akan mengumumkan susunan kabinetnya di Istana Merdeka, Jakarta. Namun Habibie baru meninggalkan rumahnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, menuju Istana Merdeka pada pukul 09.00 WIB.
Tiba di Istana Merdeka, Presiden Habibie masuk lewat pintu gerbang depan sebelah barat. Di depan tangga, Panglima ABRI kala itu, Jenderal Wiranto, meminta izin untuk melaporkan keadaan di lapangan pascakerusuhan di Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia.
Namun Wiranto meminta laporan itu disampaikan secara empat mata. "Saya katakan bahwa saya tidak memiliki banyak waktu, karena sudah terlambat satu jam dan ini dapat menimbulkan spekulasi bahwa saya tidak berhasil membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan," kata Habibie seperti dikutip detikcom dari buku 'Detik-detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi' (2006), Senin (31/7/2017).
"Saya persilakan Wiranto mengikuti saya ke ruang kerja Presiden di Istana Merdeka," lanjut Habibie.
Di ruang kerja Presiden, Wiranto melaporkan bahwa pasukan Kostrad dari luar Jakarta bergerak menuju Ibu Kota. Ada konsentrasi pasukan di Kuningan dekat kediaman Habibie, ada pula di Istana Merdeka.
Habibie menyimpulkan bahwa Panglima Kostrad, yang kala itu dijabat Prabowo Subianto, telah bergerak sendiri tanpa sepengetahuan Panglima ABRI.
"Sambil melihat ke jam tangan, saya tegaskan kepada Pangab, sebelum matahari terbenam, Pangkostrad harus sudah diganti dan kepada penggantinya diperintahkan agar semua pasukan di bawah Komando Pangkostrad harus segera ke basis satuan masing-masing," kata Habibie.
"Sebelum matahari terbenam?" tanya Wiranto kepada Habibie.
"Saya ulangi, sebelum matahari terbenam," jawab tegas Habibie.
Habibie kemudian mengakhiri pertemuannya dengan Wiranto karena dia akan mengumumkan susunan Kabinet Reformasi Pembangunan. Sore harinya, Wiranto menelepon BJ Habibie. Dia mengusulkan Panglima Divisi Siliwangi Mayjen Djamari Chaniago sebagai Pengkostrad.
Namun, karena kendala teknis, pelantikan Mayjen Djamari sebagai Pengkostrad tak bisa dilakukan sebelum matahari tenggelam. Pelantikan Pangkostrad baru bisa dilakukan keesokan harinya, Sabtu, 23 Mei 1998.
Selanjutnya, karena Prabowo sudah diberhentikan, jabatan Pangkostrad sementara akan dijabat oleh Asisten Operasi Pangab Letnan Jenderal Johny Lumintang.
Ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo, mengungkap hal lain soal detik-detik berakhirnya karier Prabowo dari militer. Dalam sebuah buku berjudul 'Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, Sumitro Djojohadikusumo', Sumitro mengisahkan sulitnya posisi Prabowo di akhir era kepemimpinan Presiden Soeharto. Sumitro mengisahkan Soeharto memendam prasangka buruk bahwa Prabowo bersama BJ Habibie bersekongkol untuk menumbangkannya. Cerita semacam ini jadi spekulasi panas di awal tahun 1998.
Cerita miring tersebut meluas dengan cepat, dijelaskan Sumitro dalam bukunya, di luar istana terdapat barisan perwira ABRI yang cemburu terhadap melejitnya karier Letjen Prabowo. Salah satu yang tidak lagi menyembunyikan rasa tidak sukanya terhadap Prabowo, disebutkan Sumitro, adalah Pangab Jenderal Wiranto.
Sumitro menyebut Wiranto tak menyia-nyiakan peluang untuk mengempaskan Prabowo. Dalam buku tersebut dituliskan bahwa sekitar 21 Mei 1998 Wiranto mengeluh kepada Soeharto mengenai pergerakan Prabowo. Mendengar keluhan itu, Soeharto pun menginstruksikan agar Prabowo dicopot dari Kostrad. Namun pada akhirnya Habibie-lah yang mencopot Prabowo dari Pangkostrad. (erd/bag)
https://m.detik.com/news/berita/d-3580387/cerita-detik-detik-pemberhentian-prabowo-dari-jabatan-pangkostrad
submitted by HHD78 to indonesia [link] [comments]

cara membuat buku lbadah dengan microsoft word Adat Menurut Syekh Sulaiman Arrasuli Apa Saja Isi Paket Buku Scale Up? membuat buku jurnal umum - YouTube Cara Membuat Animasi Presentasi Bentuk Buku di Powerpoint

Selanjutnya dijelaskan pula cara mengkombinasikanp proposisi majemuk dan membentuk tabel kebenarannya. Proposisi majemuk yang lain seperti implikasi dan bi-implikasi dibahas pada bagian akhir buku. 1.1 Proposisi Di dalam matematika, tidak semuakalimat berhubungan dengan logika. Hanya kalimat yangbernilai benar atau salah saja yang digunakan dalam penalaran. Kalimat tersebut dinamakan proposisi ... Judul buku atau judul Sumber bahan Karya Ilmiah harus dicetak miring atau diberi garis bawah pada setiap kata-kata yang di tuliskan. Pada baris pertama harus diketik dan dimulai dari ketukan pertama. Sedangkan baris kedua dan baris seterusnya diketik dan dimulai dari ketukan yang ke tujuh. Kemudian jarak antar baris yang satu dengan baris yang berikutnya berjarak satu spasi dan juga jarak ... Buku perkuliahan ini disusun sebagai salah satu sarana pembelajaran pada mata kuliah Ekologi Tumbuhan. Materi yang disajikan dalam buku ini berasal dari berbagai referensi yang berkaitan dengan tumbuhan dan lingkungannya, termasuk juga dari pengalaman penulis selama kuliah dan sebagai anak petani. Hadirnya buku ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber bacaan bagi mahasiswa ... Kalau duo ini jelas tidak perlu dijelaskan. Kalian pasti tahu bagaimana the great ninja war berakhir berkat kerjasama keduanya. Duh, jadi terharu. 6. Moritaka Mashiro & Takagi Akito (Bakuman) Bakuman doc. Istimewa. Kalau duo yang satu ini bekerjasama di bidang pembuatan manga. Mashiro pandai menggambar sementara Akito pandai membuat cerita, hal tersebut merupakan kombinasi paling kuat ketika ... Fuyumi merupakan seorang guru sekolah yang mewarisi kekuatan es dari ibunya, disisi lain Natsuo merupakan seorang mahasiswa dengan kemampuan yang belum dijelaskan. Lalu tidak ada informasi mengenai siapa saudara tertua Todoroki, namun ada beberapa teori penggemar yang bisa menjelaskan ini.

[index] [13292] [19170] [9784] [2703] [7769] [13454] [30352] [17063] [19664] [13938]

cara membuat buku lbadah dengan microsoft word

1. Buku Scale Up Playbook Jilid 1 (400 halaman) 23 Template marketing, recruitment, dan operasional 2. Cheat Sheet, buku contekan headline, copywriting dan materi promosi yang powerfull dan ... Tutorial Powerpoint kali ini dijelaskan cara membuat animasi presentasi bentuk buku yang terbuka setiap ganti slide. Download Project Filenya disini: https:/... https://youtu.be/klIWbsh2uGg Disini dijelaskan cara membuat buku lbadah dengan microsoft word. Membuat buku ibadah mempunyai tips dan trik dengan microsoft w... Dalam video ini dijelaskan cara memposting dari jurnal ke buku besar beserta contohnya Selamat menonton Jika video kurang jelas naikkan HD nya ya teman2 Selamat belajar. Video ini menjelaskan apa itu adat dan seberapa penting adat oleh masyarakat minnagkabau yang dijelaskan oleh syekh sulaiman arrasuli dalam buku pertalian adat dan syara'.

#